Menkes Budi Bersyukur Punya Istri yang Ngingetin Nuzulul Quran

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Jum'at 30 April 2021 09:48 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 30 612 2403255 menkes-budi-bersyukur-punya-istri-yang-ngingetin-nuzulul-quran-N61jT4Dd9M.png Menkes Budi Gunadi Sadikin. (Foto: Kemenkes)

MENTERI Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengaku bersyukur memiliki istri yang mengingatkan dirinya mengenai hari baik seperti Nuzulul Quran.

Ya, di tengah kesibukannya menangani pandemi covid-19, termasuk sibuk dengan program nasional vaksinasi, Menkes Budi diingatkan sang istri untuk tetap menjalankan ibadah, termasuk momen penting Nuzulul Quran.

Baca juga: Maknai Nuzulul Quran, Sandiaga Uno Ungkap Pesan Mengharukan 

"Hari ini hari ke-18 berpuasa dan terus terang saya diingatkan istri, meski Kemenkes sedang sibuk kerja mengejar vaksinasi, bagaimana mengatasi pandemi untuk memastikan tidak naik lagi, tapi istri saya ngingetin bahwa ini sudah tanggalnya Nuzulul Quran. Bersyukulah kita punya istri yang mengingatkan," ungkap Menkes Budi dalam diskusi virtual, Jumat (30/4/2021).

Lebih lanjut Menkes Budi mengatakan bahwa Alquran adalah kitab suci yang diwahyukan Allah Subhanahu wa ta'ala kepada Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wassallam. Menurut dia, Alquran untuk seluruh manusia di alam semesta.

Kitab suci Alquran. (Foto: Freepik)

"Alquran juga bukan hanya kitab yang diturunkan pada abad ke-7, melainkan untuk selamanya hingga alam semesta ini berakhir," sambungnya.

Menkes Budi yang memiliki latar belakang fisika mengakui bahwa ada hal yang tidak bisa dijelaskan secara ilmu manusia dan itu ada di Alquran.

"Sehebat-hebatnya ilmu manusia, selalu ada yang tidak bisa dijelaskan oleh ilmu manusia dan dengan berjalannya waktu, berjalannya ilmu manusia bertambah, kita baru memahami apa yang terjadi di dunia ini," ungkapnya.

Baca juga: Nuzulul Quran, Manusia Diingatkan Amanat Ilahi dalam Al-Quran 

Dirinya pun berharap masyarakat mulai membaca Alquran, bukan sekadar membaca pasif, tetapi membaca secara aktif.

"Artinya, kita diperbolehkan kok untuk mengkajinya lebih dalam bahkan mendiskusikannya supaya kita bisa paham makna di dalamnya. Tapi, tetap harus didampingi guru supaya tidak tersesat," tambahnya.

(han)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini