Kenali Penyebab Pubertas Diri pada Anak Laki-Laki

Pradita Ananda, Jurnalis · Jum'at 30 April 2021 17:24 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 30 612 2403583 kenali-penyebab-pubertas-diri-pada-anak-laki-laki-quwT8hlKuy.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

ZAMAN sekarang mendapatkan makanan yang bergizi memang tidak sesulit dahulu kala. Memang, saat ini sudah banyak subtitusi pangan yang dilakukan, sehingga kebutuhan gizi pun bisa terpenuhi.

Memang, dengan tingginya gizi yang diberikan pada anak kita akan sangat baik untuk perkembangannya. Tapi, sebuah studi baru-baru ini menunjukkan bahwa hal ini bisa membuat mereka mengalami pubertas lebih cepat, tetapi tampaknya bukan karena makanan, melainkan karena peningkatan BMI.

Body Mass Index (BMI) atau yang lebih dikenal dengan Indeks Massa Tubuh (IMT) adalah angka yang menentukan apakah berat badan Anda ideal, kurang, atau lebih. Para peneliti dari Swedia baru-baru ini mempublikasikan temuan mereka dalam jurnal medis JMA Pediatrics, studi mereka meneliti sampel anak laki-laki dalam kurun waktu 50 tahun.

Anak laki-laki yang diteliti dalam studi Swedia lahir dari tahun 1947 hingga 1996 dan yang terdiri dari kelompok etnis besar.

Anak-Anak

Hal menarik ditemukan pada anak laki-laki yang lahir menjelang 1950 memasuki masa pubertas sebelum anak laki-laki yang dilahirkan menjelang pertengahan abad ke-20.

Para peneliti menilai mulainya pubertas ditandai dengan yang disebut "puncak kecepatan tinggi" atau PHV, yang juga dikenal sebagai percepatan pertumbuhan.

Anak laki-laki yang lahir pada tahun 1947 mengalami pubertas lebih lambat satu setengah bulan dibandingkan dengan anak laki-laki yang lahir pada tahun 1996.

Anak laki-laki yang lahir pada tahun 40-an rata-rata mengalami peningkatan berat badan dan tinggi badan pertama mereka pada usia 14 tahun 2 bulan. Sementara anak laki-laki yang lahir pada tahun 1996 memukul tonggak sejarah yaitu rata-rata pada usia 13 tahun 7 bulan.

 Apakah BMI yang harus disalahkan? Para peneliti menempatkan beberapa kepentingan pada korelasi antara peningkatan berat badan rata-rata pada remaja laki-laki selama beberapa tahun dan percepatan pertumbuhan sebelumnya.

Selain fakta kalau anak-anak yang lahir belakangan ini lebih banyak mengonsumsi makanan cepat saji, dan lebih banyak pilihan makanan yang padat kalori, hormon juga memiliki peran besar dalam memengaruhi pubertas dini ini.

Terdapat beberapa isu pada penelitian ini. Anak laki-laki di Swedia yang berlatar belakang Kaukasia memiliki rentang BMI yang lebih kecil dibandingkan dengan yang berlatar belakang Amerika.

Menurut Dr. Vanessa dan Dr. David Allen dari Universitas Lowa dan Wisconsin, faktor-faktor lain seperti nutrisi, kualitas olahraga, dan stres belum dapat diperhitungkan.

Bagaimanapun, saat ini terlihat kalau anak laki-laki mengalami pubertas lebih dini, prospek yang menakutkan bagi orangtua yang memiliki anak remaja. Demikian dilansir dari Askmen.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini