Ternyata Usia Puber Anak-Anak 10-24 Tahun Loh

Wilda Fajriah, Jurnalis · Jum'at 30 April 2021 18:14 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 30 612 2403604 ternyata-usia-puber-anak-anak-10-24-tahun-loh-i75UYF58qB.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

PUBERTAS pastinya akan dialami semua anak-anak, tapi beberapa orang berbeda antara satu degan yang lainnya. Lantas, pada usia berapa sih anak-anak mulai mengalami puber?

Memang, mungkin banyak anak muda bingung dan tidak memahami masa-masa pubertas yang mereka alami. Apalagi saat ini mereka memilih melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih lama, daripada memilih untuk cepat menikah.

Selama ini orang mengenal definisi untuk usia remaja saat ini, antara usia 10 tahun hingga 19 tahun. Tapi, studi terbaru menyebutkan bahwa masa-masa awal pubertas sebenarnya terjadi di usia 10-24 tahun.

Anak-anak

Awalnya, pubertas ditandai dengan perkembangan fisik dan akhir pertumbuhan biologis yang dirasakan. Tapi, berdasarkan temuan Lancet Child & Adolescent Health, para ilmuwan di Royal Children's Hospital di Australia berpendapat bahwa waktunya tersebut perlu diubah. Perkembangan pubertas bertambah hingga usia 24 tahun.

Belum lagi, saat ini pasangan rata-rata menikah untuk pertama kalinya saat mempelai pria berusia 32 tahun dan mempelai wanita 30 tahun. Berbeda masanya saat era 1970-an.

Penulis utama studi ini, Prof Susan Sawyer berpendapat, harus ada kebijakan yang mendukung kaum muda untuk melampaui usia remaja. Tapi yang lain mengatakan, hanya karena anak muda belum menikah karena masih menyelesaikan pendidikan.

Dr Jan Macvarish dari University of Kent mengatakan, tidak ada yang pasti menunjukkan bahwa anak muda di usia 20 tahunan masih ingin mengenyam pendidikan. Di masa itu, mereka benar-benar bereksperimen.

"Tak salah kalau anak muda enggan menikah. Apalagi hingga usia 24 tahun mereka mulai mengakhiri masa pubertasnya," ujar Macvarish, dilansir Newyorkpost.

Maka tak heran, di usia 10 tahun hingga 24 tahun, mereka tergolong berpikiran labil. Orangtua harus mengarahkan apa yang mereka mau, tapi jangan memaksa.

Adanya bukti ini, orangtua harus memahami masa-masa pubertas yang dihadapi oleh anak-anaknya. Kalau tidak, bisa terjadi salah paham yang seharusnya tak ada.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini