Hadapi Bonus Demografi, Sandiaga Uno Ingin Generasi Muda Hasilkan Ide Inovatif

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Jum'at 30 April 2021 19:15 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 30 612 2403680 hadapi-bonus-demografi-sandiaga-uno-ingin-generasi-muda-hasilkan-ide-inovatif-Ljwu8ktyQz.jpg Sandiaga Uno (Foto : Instagram/@sandiuno)

Pandemi Covid-19 telah mengakibatkan banyak dampak pada kehidupan manusia. Banyak masyarakat yang telah kehilangan pekerjaan dan memengaruhi kualitas hidup mereka. Alhasil perubahan diperlukan untuk menangani masalah ini.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), Sandiaga Uno, mengatakan harus ada gerakan baru yang bertujuan menjadi peleburan generasi emas Indonesia yang usianya 17 - 35 tahun.

Menurutnya, masyarakat usia 17-35 tahun, mendominasi 50 persen lebih dari populasi masyarakat Indonesia. Diharapkan, para generasi muda ini dapat berdiskusi untuk memperoleh pemikiran-pemikiran inovasi yang baru yang inovatif.

Sandiaga Uno

“Saya ingin generasi muda dapat menghasilkan ide yang bermanfaat serta berharga bagi perumusan kebijakan-kebijakan pemerintah,” terang Sandiaga, dalam acara No Sleep for Weekend (NSFW) Online Conference 2.0, Jumat (30/4/2021).

Lebih lanjut, Sandiaga menjelaskan, akibat pandemi Covid-19, tercatat sebanyak 24,3 juta orang mengalami pengangguran dan pengurangan jam kerja. Sehingga pengurangan jam kerja ini menyebabkan pendapatan mereka menjadi menurun.

“Yang biasa kerja 5 hari dalam seminggu, sekarang hanya sehari atau dua hari seminggu. Akibatnya pendapatan mereka menurun. Ini berbahaya karena kita akan menghadapi fase bonus geografi. Bonus geografi ini kita alami antara 2020 - 2040,” lanjutnya.

Baca Juga : Bangga Buatan Indonesia, Menparekraf Sandiaga Uno Kalap Belanja Produk Lokal

Sebagaimana diketahui, bonus geografi adalah peluang seseorang untuk menjadi negara yang maju. Oleh sebab itu, Sandiaga kembali menekankan agar momentum ini harus dimanfaatkan dengan baik. Sebab pandemi Covid-19 ini sedikit mendestruksi proses bangsa Indonesia menuju negara maju.

“Kita pastikan justru pandemi ini mengakselerasi proses kita menjadi negara maju. Ini pernah terjadi di Jepang pada era 70-an, Singapura pada 90-an, Hong Kong pada 80-an, dan Korea pada tahun 2.000-an,” tuntasnya.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini