Bunda, Perbanyak Skin to Skin dengan Buah Hati untuk Memperlancar ASI

Siska Permata Sari, Jurnalis · Sabtu 01 Mei 2021 04:01 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 01 481 2403765 bunda-perbanyak-skin-to-skin-dengan-buah-hati-untuk-memperlancar-asi-EgoTHfpgms.jpg Ilustrasi ibu dan bayinya. (Foto: Jcomp/Freepik)

AIR susu ibu (ASI) merupakan sumber makanan yang sangat penting untuk si buah hati. Pemberian ASI untuk pertama kalinya bisa dilakukan dengan teknik sentuhan skin to skin. Ini adalah cara memberikan ASI ketika bayi baru saja lahir.

ASI sendiri sangat baik diberikan karena mengandung beragam komponen penting, mulai air, protein, karbohidrat, lemak, vitamin, mineral, zat antibodi, hingga enzim.

Baca juga: Cara Ketahui Kecukupan ASI Si Kecil, Simpel Kok Bunda! 

Beragam kandungan ASI tersebut tentu sangat bermanfaat untuk tumbuh kembang bayi. Oleh karena itu, ASI disebut juga dapat mengurangi risiko bayi terkena penyakit tertentu, misalnya diare, ISPA, pneumonia, asma, obesitas, dan diabetes.

Ilustrasi ibu menyusui.

Namun, ada kalanya sebagian perempuan merasa kesulitan memberikan ASI kepada buah hatinya. Nah, di sinilah pentingnya sentuhan dari kulit ke kulit (skin to skin) antara ibu dan bayi. Lantas, apa hubungannya?

Baca juga: Positif Covid-19, Nadya Mustika Istri Rizki 2R Boleh Beri ASI ke Bayinya 

Dokter spesialis anak sekaligus konselor laktasi dr Wiyarni Pambudi SpA IBCLC mengatakan ada empat kondisi yang bisa memicu produksi ASI. Salah satunya adalah ibu dan bayi harus melakukan kontak kulit ke kulit sesering mungkin karena hal tersebut sangat merangsang produksi ASI.

"Cara menyusui yang optimal justru dimulai di 1 sampai 7 hari awal bayi lahir. Di rumah sakit sebaiknya ibu dan bayinya tidak dipisahkan sehingga bisa sering melakukan kontak kulit ke kulit. Dengan begitu si ibu bisa mendapat stimulasi untuk memproduksi ASI dan bayi bisa mendapatkan ASI setiap saat ingin menyusu," jelas dr Wiyarni Pambudi dalam acara virtual, Jumat 30 April 2021.

Dia menjelaskan, seorang ibu yang berinteraksi dengan bayinya selama 24 jam, seperti memeluk atau mencium, bisa memperbanyak hormon oksitosin.

"Jika hormon oksitosin tinggi, hal tersebut memperlancar keluarnya ASI. Namun hal ini juga harus diimbangi dengan menyusui si bayi, sehingga hormon prolaktin yang memproduksi ASI juga bisa tetap tinggi. Nah, tidak benar itu kebiasaan menyusui secara terjadwal, karena itu hanya akan menghambat produksi ASI," ujarnya.

Baca juga: Bayi Zaskia Sungkar 'Nonstop' Nyusu, Konsumsi 5 Makanan Ini Supaya ASI Melimpah 

Selain sentuhan skin to skin, hal paling penting lainnya adalah memenuhi kebutuhan gizi sang ibu, serta dukungan dari lingkungan sekitar. Sebab, dengan lingkungan yang positif, suami mendukung dan keluarga mendukung, maka ibu akan lebih rileks pikiran dan fisiknya, sehingga tubuhnya akan percaya diri dan lancar memproduksi ASI.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini