Bukan Sekadar Colok, Salah Prosedur Swab Malah Sebabkan Pendarahan Hidung

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Senin 03 Mei 2021 14:38 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 03 612 2404790 bukan-sekadar-colok-salah-prosedur-swab-malah-sebabkan-pendarahan-hidung-b0VilJ16Vq.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

KETIKA ingin melakukan perjalanan ke luar kota menggunakan transportasi umum seperti kereta dan pesawat, kita memang wajib menunjukan hasil swab. Tapi, baru-baru ini terjadi kasus alat swab bekas, yang tentu saja mengkhawatirkan.

Isu alat swab bekas yang dipakai di Bandara Kualanamu memancing dokter untuk mengingatkan kembali masyarakat agar tidak membeli alat swab secara mandiri. Sebab, hal itu dapat memicu risiko berbahaya.

"Tidak diperkenankan masyarakat umum membeli alat swab sendiri karena penggunaan alat swab harus dilakukan dan dalam pengawasan tenaga medis yang ahli," tegas Dokter Spesialis Patologi Klinik Primaya Hospital Bekasi Barat, dr Dwi Fajaryani, Sp.PK, dalam keterangan resmi, Senin (3/5/2021).

Dilanjutkan Dokter Spesialis Patologi Klinik Primaya Hospital Makassar, dr Selvi Josten, Sp.PK, penggunaan alat swab itu tidak bisa sembarang dilakukan. Petugas medis yang melakukan pun harus yang sudah terlatih, artinya enggak boleh asal colok ke pasien.

"Pemeriksaan swab antigen atau PCR itu dilakukan oleh petugas yang telah terlatih, maka hasil pemeriksaan dapat dipertanggung jawabkan karena para petugas telah memiliki sertifikat pelatihan. Keakuratan hasil juga dipengaruhi oleh laboratorium yang terstandarisasi," ungkapnya.

Artinya, petugas swab itu sudah menjalani pelatihan mulai saat persiapan, pemeriksaan, hingga pengelolaan limbah infeksiusnya semua diajarkan.

Terkait dengan penggunaan alat swab yang tepat, dr Selvi menjelaskan, alat swab harus dimasukkan ke rongga hidung sampai batas nasofaring, lalu ke rongga mulut sampai batas orofaring.

"Sampai bisa di titik yang diharapkan itu pun tak sembarang orang mampu melakukannya dan mengetahuinya. Kalau sudah di titik yang ditentukan, petugas akan mengusap bolak balik alat swab," terangnya.

Nah, tindakan ini sangat berisiko. Sebab, kalau salah mengusap atau menempatkan stik swab efek samping yang terjadi area hidung bisa berdarah.

"Penggunaan alat swab yang tidak tepat dapat menimbulkan komplikasi berbahaya termasuk perdarahan hidung," tegas dr Hadian Widyatmojo, SpPK, ahli patologi klinik laboratorium Primaya Hospital Karawang.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini