Pasar Tanah Abang Ramai Pengunjung, Ini Protokol Kesehatan Bepergian di Tengah Pandemi

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Senin 03 Mei 2021 15:35 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 03 612 2404859 pasar-tanah-abang-ramai-pengunjung-ini-protokol-kesehatan-bepergian-di-tengah-pandemi-JbFqR2gStF.jpg Pasar Tanah Abang (Foto: Ist)

Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat tengah menjadi sorotan publik setelah ramai dipadati pengunjung pada Minggu 2 Mei 2021. Dalam situasi tersebut, protokol kesehatan sudah tidak lagi diperhatikan sebab lautan manusia tampak tumpah dan saling berdesakan demi mendapatkan kebutuhan Lebaran.

Tentunya kondisi ini sangatlah memprihatinkan. Sebab, meskipun sudah divaksinasi, namun seseorang masih berpotensi terinfeksi Covid-19 apabila tidak disiplin dalam menjalankan protokol kesehatan.

 pengunjung Pasar Tanah Abang membludak kemarin

Sebelumnya pemerintah telah mengimbau masyarakat untuk tetap di rumah saja dan melarang mudik Lebaran 2021. Meski demikian, masih ada saja masyarakat yang bandel dan bepergian.

Bagi Anda yang terpaksa keluar rumah tentunya wajib menerapakn protokol kesehatan seperti yang disarankan Tim Komunikasi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, dr. Reisa Broto Asmoro.

Protokol kesehatan tersebut tertuang dalam keputusan Menteri Kesehatan no 382 tahun 2020 tentang protokol kesehatan bagi masyarakat di tempat dan fasilitas umum yang di keluarkan pada 19 Juni 2020. Beberapa informasi penting tersebut seperti berikut ini.

1. Membatasi jumlah pengunjung yang masuk dan membatasi jumlah pedagang yang beroperasi. Mengatur jarak etalase serta mengatur jam operasional jam buka dan tutupnya mall.

2. Melakukan pemeriksaan tubuh di semua pintu masuk pusat perbelanjaan. Jika ditemukan pekerja atau pengunjung di atas suhu 37,3 derajat celcius maka pengunjung tidak diperkenankan masuk. Jika pengunjung tidak mengenakan masker, maka tidak diperkenankan masuk juga.

Petugas pemeriksa suhu menggunakan masker dan pelindung wajah (faces hield) dan selama pemeriksaan suhu, petugas tersebut didampingi oleh petugas keamanan.

3. Mengatur jarak saat mengantre dengan memberi penanda di lantai minimal satu meter seperti di pintu masuk, kasir, lift, eskalator, dan membatasi jumlah orang yang masuk ke dalam lift dengan membuat penanda pada lantai lift. Pengaturan jarak minimal satu meter di tangga dan eskalator.

4. Mengatur moda transportasi untuk mencegah terjadinya kerumunan dan mengoptimalkan ruang terbuka serta agar tidak terjadi kerumunan.

Pengelola juga di minta memberikan informasi tentang larangan masuk bagi pekerja dan pengunjung yang mengalami gejala: demam, batuk, pilek, nyeri tenggorokan, sesak napas atau memiliki riwayat kontak dengan orang yang terkena Covid-19.

5. Pembersihan dan desinfeksi secara berkala harus dilakukan di mall atau shoping center tersebut, paling sedikit tiga kali dalam sehari.

Pembersihan diutamakan pada area yang di gunakan bersama seperti pegangan pintu dan tangga, tombol lift, pintu toilet dan fasilitas umum lainnya.

6. Ruangan khusus, pos kesehatan untuk penangangan pertama tetap difungsikan lebih aktif lagi agar pekerja, pedagang, atau pengunjung yang mengalami gangguan kesehatan di pusat perbelanjaan, mall ataupun pertokoan dapat langsung di tangani.

7. Sosialisasi seluruh pekerja dan pengunjung tentang pencegahan penularan Covid-19 harus digencarkan. Hal itu dapat dilakukan dengan di pasang spanduk, poster, banner, melalui Whatsapp atau sms blast, melalui pengeras suara, dll.

(DRM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini