Pemahaman Konsep Jadi Tantangan Terbesar Siswa Selama Pandemi Covid-19

Novie Fauziah, Jurnalis · Senin 03 Mei 2021 23:00 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 03 612 2405057 pemahaman-konsep-jadi-tantangan-terbesar-siswa-selama-pandemi-covid-19-9iF9EJEwUI.jpg Ilustrasi (Foto : Timesofindia)

Selama pandemi Covid-19, sistem pembelajaran jadi tantangan terbesar bagi sebagian kelompok siswa dan orangtua. Hal ini karena zulitnya memahami konsep dasar, dan terbatasnya dukungan dan fasilitas tenaga pengajar.

"Saya kadang masih kurang paham akan konsep dasar suatu materi sehingga ketika bertemu dengan soal-soal UTBK atau ujian lainnya, kita tidak tahu bagaimana cara menjawabnya," kata Nirmala, seorang siswa kelas 12 salah satu sekolah, sepertu dikutip dari keterangan resmi dari Zenius.

Belajar

Sementara itu salah seorang siswa, Dewi Murtiningsih mengatakan, bahwa menghadapi tantangan yang sama ketika di sekolah dulu. Seringkali pemahaman dasar ia kesampingkan agar bisa fokus pada cara cepat untuk menyelesaikan ujian.

"Jika saya bisa kembali ke bangku sekolah, saya akan berusaha untuk mencicil belajar daripada menggunakan sistem kebut semalam. Sistem tersebut hanya untuk ujian tapi tidak membuat saya mengerti kenapa jawabannya harus demikian," ujarnya.

Melihat tantangan pembelajaran yang menyulitkan sebagian siswa dan siswi, Co-Founder dan Chief Education Officer, Sabda PS memerhatikan belajar yang sudah berkepanjangan ini dapat ditangani lewat cara belajar yang menekankan pada pemahaman dasar materi, tapi diterapkan secara adaptif sesuai dengan tingkat pemahaman siswa.

Baca Juga : Imunisasi Nasional 2020 Menurun, Juli Sekolah Tatap Muka Jadi Berbahaya?

Survei Programme for International Student Assessment (PISA) tahun 2018 menunjukkan, Indonesia berada di urutan terendah di tingkat global.

Sabda menekankan, salah satu alasan rendahnya peringkat PISA Indonesia ialah penilaian di sekolah hanya berfokus pada topik spesifik dan siswa sekadar menghafal materi, bukan menekankan pada kemampuan dasar siswa dalam berpikir kritis (fundamental skills).

"Kita perlu mengubah konsep pembelajaran pukul rata ini," terangnya.

Lebih lanjut, hal pertama yang perlu diketahui, yakni tingkat pemahaman siswanya saat ini ada di mana, lalu pelan-pelan secara sistematis.

"Lita tambah pemahaman itu hingga siswa tersebut bisa mengejar ketertinggalan, atau mungkin malah melampaui kecepatan pengajaran di sekolah dan mencetak prestasi yang lebih tinggi,"pungkasnya.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini