Bubur Kampiun, Takjil Lezat yang Hanya Tersedia saat Bulan Puasa

Wilda Fajriah, Jurnalis · Selasa 04 Mei 2021 16:13 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 04 298 2405494 bubur-kampiun-takjil-lezat-yang-hanya-tersedia-saat-bulan-puasa-8mR1fHILQg.jpg Bubur kampiun (Foto: Inst Hanifah nrm)

Kemeriahan bulan puasa di Indonesia memang sudah berlangsung sejak lama. Karena itu, atmosfer bulan Ramadan di Indonesia sangat ditunggu-tunggu kedatangannya.

Pasalnya, ada beberapa kegiatan di bulan Ramadan yang tak dilakukan di bulan lainnya. Seperti kegiatan ngabuburit misalnya. Biasanya, orang-orang akan keluar di sore hari untuk berburu takjil lezat.

Maka tak heran jika saat Ramadan banyak penjual dadakan yang menjajakan takjil. Selain itu, Indonesia juga memiliki takjil yang beragam. Setiap daerah pun memproduksi takjil dengan ciri khas masing-masing.

 bubur kampiun

Seperti di Bukittinggi, Sumatera Barat, ada salah satu hidangan yang hanya bisa Anda temui saat bulan puasa, yakni bubur kampiun. Jika dilihat secara sepintas, bahan-bahan yang digunakan untuk membuat makanan ini memang sudah sangat familiar.

Susunan bubur kampiun terdiri dari ketan putih kukus, bubur ketan hitam, bubur sumsum, bubur kacang hijau, kolak pisang/ubi, dan bubur conde atau bubur candil.

Pengaturan waktu dalam proses pembuatan bubur kampiun harus diperhatikan dengan baik karena semuanya dimasak secara bersamaan, tetapi tentu saja masing-masing diolah di panci yang berbeda, dan di atas tungku yang berbeda-beda pula.

Proses pemasakan air, pemotongan bahan-bahan, pemerasan santan hingga pengadukan ketan hitam, dan bubur sumsum dalam pembuatan bubur kampiun ini semuanya berlangsung secara simultan (serentak).

Proses inilah yang menjadi tantangan tersendiri bagi pembuat bubur. Awalnya bubur kampiun juga dijajakan di luar bulan Ramadhan tetapi tingkat kesulitan pembuatannya yang cukup tinggi, harga bahan baku yang perlahan merangkak naik, dan sedikitnya peminat bubur manis khas Sumatera Barat ini, mengakibatkan jumlah kedai atau warung khusus bubur kampiun juga berkurang.

Kalaupun masih ada yang membuatnya tidak lebih sebagai bentuk pelestarian makanan tradisional agar tetap eksis. Uniknya, saat Ramadan tiba menu bubur kampiun selalu muncul dan menjadi primadona, baik di tempat asal lahirnya maupun di luar daerah, termasuk pasar-pasar makanan Ramadan di Jakarta.

(DRM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini