Virus Corona Varian Inggris, India, dan Afsel Sudah Masuk Indonesia, Kemenkes: Kurangi Mobilitas!

Siska Permata Sari, Jurnalis · Selasa 04 Mei 2021 14:26 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 04 481 2405408 virus-corona-varian-inggris-india-dan-afsel-sudah-masuk-indonesia-kemenkes-kurangi-mobilitas-Wu1j7ZyYAu.jpg Varian virus corona (Foto: Today show)

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung (P2PML) Kementerian Kesehatan dr Siti Nadia Tarmizi mengatakan bahwa kasus Covid-19 dari tiga varian yakni Inggris (B117), India (B1617) dan Afrika Selatan (B1351) telah masuk ke Indonesia. Hal tersebut diketahui setelah dilakukan pemeriksaan whole genome sequencing (WGS).

Kasus Covid-19 dari tiga varian ini telah ada di sejumlah wilayah di Indonesia. “Kita bisa lihat situasinya, kondisi-kondisi ini, di Jakarta ada 1 kasus, di Jawa Barat ada 5, kemudian kita lihat di Kaltim ada 1, di Bali itu ada 2, di Jawa Timur ada 1 kasus, di Sumut ada 2 kasus, di Sumsel ada 1 kasus,” kata dr Siti Nadia Tarmizi dalam konferensi pers virtual, Selasa (4/5/2021).

virus corona

Melihat kondisi tersebut, dia mengimbau masyarakat Indonesia untuk belajar dari lonjakan kasus yang telah terjadi di negara-negara lain, termasuk India yang mengalami ‘tsunami Covid-19’. Dia meminta masyarakat agar tidak lengah dan mengurangi mobilitas.

“Berdasarkan data-data yang ada ini, untuk dapat mencegah virus ini untuk bertransmisi secara lebih luas. Kita harus bisa belajar dari negara-negara lain agar tidak terjadi lonjakan kasus. Apa yang bisa kita lakukan, adalah kurangi mobilitas,” ujarnya.

Dr Siti Nadia menjelaskan, penyebab dari lonjakan kasus Covid-19 di negara-negara lain adalah mobilitas yang tinggi. “Dua faktor utama terjadinya lonjakan kasus di berbagai negara Eropa dan India adalah mobilitas yang sangat tinggi dan adanya varian atau mutasi virus yang baru tadi,” jelasnya.

Mobilitas yang tinggi, sambung dia, tidak hanya menyebabkan lonjakan kasus, tetapi juga memperbesar tersebarnya varian atau mutasi baru virus Corona.

“Pergerakan ini sangat luar biasa karena mobilitas yang tinggi ini akan meningkatkan laju penularan, yang juga memperbesar peluang varian baru untuk bertransmisi secara lokal, yang pada akhirnya mungkin sulit akan kita kendalikan bersama,” kata dr Siti Nadia.

Selain mengurangi mobilitas, masyarakat juga diimbau tetap menerapkan protokol kesehatan dengan ketat, seperti memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan. “Jika tidak perlu berpergian sebaiknya tetap tinggal di rumah,” tukasnya.

(DRM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini