Virus Corona Inggris, India, dan Afsel Sudah Masuk Indonesia, Ketahui Bahayanya

Siska Permata Sari, Jurnalis · Selasa 04 Mei 2021 16:56 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 04 481 2405536 virus-corona-inggris-india-dan-afsel-sudah-masuk-indonesia-ketahui-bahayanya-2SKhPChOCH.jpg Direktur P2PML Kemenkes Siti Nadia Tarmizi. (Foto: Tangkapan layar YouTube Kemenkes)

TIGA varian baru virus corona yakni B117 asal Inggris, B1351 dari Afrika Selatan, serta B1617 asal India dilaporkan telah masuk ke Indonesia. Usai dilakukan pemeriksaan genome sequencing, diketahui tiga varian covid-19 tersebut sudah menyebar di beberapa wilayah Tanah Air.

Hal tersebut sebagaimana diungkapkan Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung (P2PML) Kementerian Kesehatan dr Siti Nadia Tarmizi dalam keterangan pers 'Update Whole Genome Sequencing' secara virtual, Selasa (4/5/2021).

Baca juga: Tak Potong Cuti Karyawan, Cara Swasta Bantu Program Vaksinasi Covid-19 

"Kita bisa lihat situasinya, kondisi-kondisi ini di Jakarta ada 1 kasus, di Jawa Barat ada 5. Kemudian kita lihat di Kaltim ada 1, di Bali itu ada 2, di Jawa Timur ada 1 kasus, di Sumut ada 2 kasus, di Sumsel ada 1 kasus," paparnya.

Ilustrasi pandemi covid-19. (Foto: Okezone)

Lantas, seberapa bahaya tiga varian baru virus corona tersebut?

Terkait tingkat bahayanya, dr Siti Nadia mengungkapkan bahwa Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah memperingatkan untuk mewaspadai varian baru virus corona ini.

Baca juga: Masih Jauh dari Target, Ini 4 Upaya Kemenkes Genjot Vaksinasi Lansia 

"Jadi kalau kita melihat B117 dan B1351 adalah varian yang disebutkan WHO 'variant of concern (VoC)'. Ini harus menjadi perhatian ya, karena WHO sendiri sudah mengatakan bahwa varian ini harus diwaspadai karena memiliki beberapa karakteristik. Terutama dia menyebabkan penularan yang lebih cepat. Kedua, menyebabkan mempengaruhi tingkat keparahan penyakit," terangnya.

Hal tersebut dapat menyebabkan pasien covid-19 mengalami perburukan gejala yang lebih cepat. "Seseorang yang terinfeksi dari yang gejala ringan kemudian dalam waktu singkat menjadi berat dan bahkan berujung kepada kematian," ujar dr Siti Nadia.

Lebih lanjut kata dia, untuk varian B1351 yang berasal dari Afrika Selatan juga diduga menyebabkan penurunan efikasi dari vaksinasi covid-19. "Ada dugaan penurunan efikasi itu terjadi. Akan tetapi, vaksinnya tetap dapat memberikan dampak positif dari penanganan covid-19," jelasnya.

Baca juga: Virus Corona Varian Inggris, India, dan Afsel Sudah Masuk Indonesia, Kemenkes: Kurangi Mobilitas! 

Sementara untuk varian B1617 asal India sampai saat ini masih digolongkan sebagai 'variant of interest (VoI)'.

"Tentunya kalau VoI ini ada beberapa varian yang masuk ke kategori ini setidaknya ada 6 sampai 7 varian yang menjadi perhatian. Artinya, kalau kita menemukan varian B1617 apakah varian ini akan berkontribusi yang sama seperti varian-varian lainnya," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini