Penderita Hipertensi, Ini Olahraga yang Boleh dan Tidak Dilakukan

Martin Bagya Kertiyasa, Jurnalis · Selasa 04 Mei 2021 22:03 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 04 481 2405541 penderita-hipertensi-ini-olahraga-yang-boleh-dan-tidak-dilakukan-8DG20rewyk.jpg Ilustrasi. (Foto: Freepik)

OLAHRAGA bagus untuk mengontrol tekanan darah. Jika Anda rajin olahraga bagus untuk jantung dan tekanan darah, tapi ada yang harus diperhatikan.

Saat bergerak, Anda akan menggunakan anggota-anggota gerak. Anda menggerakkan otot dan tulang-tulang, di situlah Anda membutuhkan aliran darah dari jantung.

olahraga

"Gerakan akan menaikkan denyut jantung, yang bisa dimonitor dari denyut nadi. Berolahraga akan memaksa jantung berdenyut lebih kuat, dan menaikkan tekanan darah," kata Spesialis Kedokteran Olahraga dr Michael Triangro, SpKo dalam acara Kopi Sehat bersama Galaxy Watch di Instagram gooddoctor.id.

"Setelah selesai olahraga, denyut nadi akan berkurang, dengan demikian tekanan darah jadi lebih terkontrol."

Namun ada kondisi khusus yang tidak memperbolehkan Anda untuk berolahraga. Yakni ketika Anda mengalami gejala seperti sakit kepala, yang biasanya menjadi ciri tekanan darah tinggi.

"Kalau sedang sakit kepala, jangan memaksakan untuk berolahraga. Lebih baik periksakan dulu kondisi tubuh Anda saat itu.

Caranya yakni bisa mengukur denyut nadi atau tekanan darah dengan device tertentu, dan lihat catatannya di aplikasi HP atau bisa juga pakai tensimeter digital.

"Kalau misalnya tekanan darah kita biasanya 120 mmHg lalu sekarang 160 mmHg, jangan olahraga," kata dr Michael.

 tekanan

Demikian juga denyut nadi. Misalnya biasanya 80 kali per menit, tapi sekarang 90-100 kali per emnit, lebih baik tangguhkan dulu olahraganya, sampai Anda konsultasi ke dokter.

"Ada pasien saya sudah 3 bulan berolahraga, dan ada catatannya. Dari catatan itu, kita bisa bikin grafiknya, apakah kondisinya jadi lebih baik. Kita membutuhkan monitoring: parameter tekanan darah, denyut jantung," terangnya.

Selain itu, Anda juga bisa menggunakan EKG dan hasilnya akan lebih bagus. Misalnya saja bagi penderita aritmia, yang sebelumnya sering muncul, setelah berolahraga, mungkin berkurang bahkan hilang.

"Kalau kita paksakan trus, bisa menaikkan tekanan darah melampaui batas-batas kemampuan," tambahnya.

Hal ini, menurut Dokter Michael. bisa menimbulkan gangguan kesehatan, bahkan kematian. "Jadi kita harus tau tujuan kita berolahraga itu apa, dan sampai mana batas kemampuan kita."

Dengan demikian, faktor monitoring itu sangat penting bagi olahraga itu sendiri: apakah sudah tepat, atau apakah melampaui batas? Apakah memberikan hasil? Sehingga kalau ada hal berbahaya, kita bisa hentikan saat itu juga, sehingga kita bisa mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini