Fakta-Fakta Diet Buah, Jangan Salah Menerapkannya Ya

Sellva Brilliancy Fernando, Jurnalis · Selasa 04 Mei 2021 17:35 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 04 481 2405564 fakta-fakta-diet-buah-jangan-salah-menerapkannya-ya-oQeTyjiCki.jpg Buah-buahan. (Foto: Lifeforstock/Freepik)

DIET tidak selamanya mengurangi asupan makan atau karbohidrat. Salah satunya adalah diet buah. Diet buah adalah mengonsumsi buah-buahan untuk menurunkan berat badan.

Dilansir dari laman Feminaindia, Selasa (4/5/2021), ini dia fakta-fakta yang perlu diketahui mengenai diet buah yang sehat. Jangan sampai salah menerapkannya ya.

Baca juga: Tips Diet ala Dinda Shafay, Pakai Buah Naga Smoothie Bowl 

1. Apa itu diet buah?

Pola makan fruitarian atau pola makan buah adalah pola makan vegan yang sangat ketat, terutama hanya terdiri dari buah-buahan mentah, sayuran, kacang-kacangan, dan biji-bijian dalam jumlah sedang, dan sama sekali tidak termasuk produk susu serta hewani. Segala jenis makanan yang dimasak sebagian besar dihindari, tetapi tidak ada cara khusus untuk diet buah.

Ilustrasi buah-buahan. (Foto: Freepik)

2. Apa keuntungan diet buah?

Mengikuti diet buah dapat menawarkan beberapa manfaat mulai dari mengurangi asupan kalori, membantu menurunkan berat badan, meningkatkan asupan antioksidan, detoksifikasi, dan lain-lain. Sebagian besar buah sangat kaya akan vitamin C yang membantu menjaga kesehatan secara keseluruhan, dan serat yang penting untuk kebaikan buang air besar, menurunkan kadar kolesterol darah, dan risiko penyakit jantung.

Baca juga: Ini Menu Sahur dan Buka Puasa untuk Program Diet, Perhatikan Jumlah Kalorinya 

3. Apa kekurangan diet buah?

Dikarenakan pola makan fruitarian bersifat restriktif dan mengecualikan makronutrien serta kelompok makanan, ini tidak berkontribusi pada kesehatan yang optimal. Buah-buahan juga tinggi gula, dan mengonsumsi makanan berbasis buah dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan.

Berikut beberapa masalah kesehatan yang bisa muncul dengan pola makan buah:

- Buah-buahan kekurangan nutrisi penting seperti vitamin B, vitamin D, zat besi, kalsium, seng, dan asam lemak omega-3. Kekurangan nutrisi ini dapat menyebabkan kulit kering, rambut rapuh, tulang, dan otot lemah, kekebalan rendah, kelelahan, depresi, serta masalah kesehatan yang mengancam jiwa lainnya.

- Kekurangan protein dalam makanan dapat menyebabkan anemia, pembengkakan, imunitas rendah, kelemahan, penyakit kardiovaskular.

Baca juga: Jalani Flexitarian Diet, Ini Makanan yang Boleh Dikonsumsi 

- Buah-buahan kaya akan gula yang disebut fruktosa, dan makan buah-buahan yang berperingkat tinggi pada skala indeks glikemik (GI) menyebabkan kadar gula darah meningkat dengan cepat. Kadar gula darah dapat dipertahankan melalui kontrol porsi dan mengikuti diet seimbang, yang tidak mungkin dilakukan jika Anda hanya makan buah-buahan.

- Asam fruktat dan sitrat dalam buah-buahan dan jus buah dapat melarutkan enamel gigi, menyebabkan kerusakan gigi seiring waktu, terutama jika seseorang tidak mempraktikkan kebersihan mulut yang sesuai. Perhatikan bahwa buah jeruk lebih asam daripada yang lain. Selain itu, jus buah dapat meningkatkan risiko gigi berlubang.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini