Seberapa Siap Kelengkapan Logistik Puskesmas untuk Vaksinasi Covid-19?

Pradita Ananda, Jurnalis · Rabu 05 Mei 2021 11:53 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 05 481 2405896 seberapa-siap-kelengkapan-logistik-puskesmas-untuk-vaksinasi-covid-19-DSng3oGAsm.jpg Vaksinasi Covid-19 (Foto: RAND)

Tersebar di berbagai penjuru daerah hingga ke pelosok Indonesia, kehadiran puskesmas sebagai salah satu fasilitas kesehatan yang paling dekat bisa menjangkau masyarakat terkait program vaksinasi nasional di tengah pandemi Covid-19 sangatlah penting.

Mengingat punya peran besar dan penting untuk kelancaran program vaksinasi nasional. Kelengkapan logistik untuk vaksinasi Covid-19 di puskesmas jadi komponen penting dalam memastikan proses vaksinasi dapat berjalan lancar. Dari survei cepat tentang kesiapan puskesmas di berbagai daerah di Indonesia terkait vaksinasi Covid-19 yang dihelat oleh Center for Indonesia's Strategic Development Initiatives (CISDI), bisa dikatakan tingkat kesiapan puskesmas terkait kesiapan logistik cukup baik.

 Vaksinasi Covid-19

Survei ini melakukan pemetaan logistik berdasarkan standar logistik minimum WHO dan Juknis Pelaksanaan Vaksinasi Covid-19 Kemenkes, digelar daring dari 1 Februari hingga 15 Maret 2021, dengan melibatkan 184 orang responden yang tersebar dari Jawa Timur, Jawa Barat, Sumatera Utara, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan Nusa Tenggara Barat di 149 puskesmas 96 kabupaten/kota di 30 provinsi.

Sebanyak 184 responden tersebut hadir dengan berbagai latar belakang profesi, seperti dokter umum, perawat, bidan, dokter gigi, dan tenaga promosi kesehatan dan dengan catatan mayoritas responden di puskesmas memiliki posisi sebagai penanggung jawab program UKP, kefarmasian, dan laboratorium, penanggung jawab program UKM esensial dan keperawatan kesehatan masyarakat, kepala puskesmas, penanggung jawab mutu, dan penanggung jawab program UKM pengembangan.

Dari hasil survei yang dipaparkan di acara diskusi publik virtual baru-baru ini, hasil survei menunjukkan 98 persen responden melaporkan puskesmasnya memiliki genset yang masih berfungsi. Tak hanya genset, sebanyak 96,2 persen responden puskesmas disebutkan mempunyai kulkas untuk tempat penyimpanan vaksin, dan 90,2 persen responden melaporkan kulkas itu sudah dilengkapi dengan alat pemantau suhu.

Selain kulkas dan genset, ada juga dua media penting tempat penyimpanan lainnya, cold box dan vaccine carrier yang berfungsi agar vaksin tetap dalam suhu yang sesuai ketika proses vaksinasi berjalan. Sebagian besar puskesmas, sekitar 97 persen sudah dilengkapi dengan cold box (box pendingin) untuk vaksin, meski tak semua cold box dilengkapi dengan ice pack. Di sisi lain, ada 82,1 persen responden mengaku bahwa ketersediaan ice pack hanya cukup untuk beberapa cold box saja.

Disebutkan lebih lanjut bahwa hampir seluruh puskesmas, 99 persen pada survei ini juga telah mempunyai vaccine carrier (pembawa vaksin) walau ada sebanyak 8,7 persen puskesmas yang belum punya stok ice pack yang cukup untuk seluruh vaccine carrier.

Selain itu, hanya sekitar 52 persen puskesmas yang memiliki vaccine carrier dilengkapi dengan alat pemantau suhu dan 14,67 persen lainnya tidak memiliki alat pemantau suhu sama sekali, padahal alat pemantau suhu diperlukan untuk memastikan suhu tetap terjaga dalam batas yang sesuai agar vaksin tidak rusak sehingga bisa berfungsi optimal.

(DRM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini