Jangan Sampai Kekurangan Vitamin D, Ketahui Bahayanya

Ratu Syra Quirinno, Jurnalis · Rabu 05 Mei 2021 13:23 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 05 481 2405954 jangan-sampai-kekurangan-vitamin-d-ketahui-bahayanya-VLFfSUN1b1.jpg Vitamin D. (Foto: Shutterstock)

JIKA Anda menghindari sinar matahari, menderita alergi susu, atau mengikuti pola makan vegan yang ketat maka mungkin saja berisiko kekurangan vitamin D. Vitamin D sendiri diproduksi oleh tubuh sebagai respons terhadap kulit yang terpapar sinar matahari.

Vitamin D juga terdapat secara alami dalam beberapa makanan, termasuk beberapa ikan, minyak hati ikan, dan kuning telur, termasuk produk susu serta biji-bijian.

Baca juga: Ini 6 Makanan Sehat yang Tinggi Kandungan Vitamin D 

Dikutip dari laman Webmd, Rabu (5/5/2021), vitamin D penting untuk tulang yang kuat, karena membantu tubuh menggunakan kalsium dari makanan.

Secara tradisional, kekurangan vitamin D telah dikaitkan dengan rakhitis, penyakit di mana jaringan tulang tidak termineralisasi dengan baik, yang menyebabkan tulang lunak dan kelainan bentuk tulang.

Selain itu, makin banyak penelitian yang mengungkapkan pentingnya vitamin D dalam melindungi dari sejumlah masalah kesehatan.

Ilustrasi vitamin D.

Gejala dan Risiko Kesehatan Kekurangan Vitamin D

Gejala nyeri tulang dan kelemahan otot bisa berarti Anda kekurangan vitamin D. Namun bagi banyak orang, gejalanya tidak terlihat jelas. Meski tanpa gejala, kekurangan vitamin D dapat menimbulkan risiko kesehatan.

Kadar vitamin D dalam darah yang rendah telah dikaitkan dengan meningkatnya risiko penyakit kardiovaskular, gangguan kognitif , asma parah, dan kanker.

Baca juga: Hindari Kekurangan Vitamin D, Yuk Kenali Tanda-tandanya 

Penelitian menunjukkan bahwa vitamin D dapat berperan dalam pencegahan dan pengobatan sejumlah kondisi berbeda, termasuk diabetes tipe 1 dan 2, hipertensi, intoleransi glukosa, serta sklerosis ganda.

Kekurangan vitamin D dapat terjadi karena beberapa alasan. Misalnya Anda tidak mengonsumsi makanan yang kaya vitamin D. Ini mungkin terjadi jika Anda mengikuti pola makan vegan yang ketat, karena sebagian besar sumber alami vitamin D berasal dari hewani, termasuk ikan dan minyak ikan, kuning telur, susu, dan hati sapi.

Terlalu sedikit mendapat paparan sinar matahari, khususnya saat musim hujan. Dikarenakan tubuh membuat vitamin D saat kulit terkena sinar matahari, Anda mungkin berisiko mengalami defisiensi jika tinggal di rumah, tinggal di garis lintang utara, mengenakan jubah panjang atau penutup kepala, atau terus-menerus bekerja di dalam ruangan.

Jika Anda memiliki kulit gelap, pigmen melanin mengurangi kemampuan kulit untuk membuat vitamin D dari paparan sinar matahari. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa orang dewasa dengan kulit lebih gelap berisiko tinggi kekurangan vitamin D.

Baca juga: Cemas, Coba Konsumsi Berbagai Vitamin Berikut Ini 

Seiring bertambah usia, makin turun kemampuan ginjal untuk mengubah vitamin D menjadi bentuk aktifnya, sehingga meningkatkan risiko kekurangan vitamin D. lalu menurunnya kemampuan saluran pencernaan untuk menyerap vitamin D secara memadai, mengakibatkan masalah medis tertentu, termasuk penyakit crohn, fibrosis kistik, dan penyakit celiac.

Cara paling akurat untuk mengukur seberapa banyak vitamin D dalam tubuh adalah tes darah 25-hidroksi vitamin D. Kadar 20–50 nanogram/mililiter dianggap cukup untuk orang sehat. Jika kurang dari 12 ng/mL menunjukkan defisiensi vitamin D.

Pedoman dari Institute of Medicine mengemukakan diet yang direkomendasikan (RDA) untuk vitamin D adalah 600 unit internasional (IU) untuk orang usia 1–70 tahun, dan 800 IU untuk orang dewasa yang berusia lebih dari 70 tahun. Dokter mungkin meresepkan lebih dari 4.000 IU untuk memperbaiki kekurangan vitamin D.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini