Karyawan di Kantor Sudah 100% Divaksin, Prokes Tak Boleh Longgar

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Rabu 05 Mei 2021 15:48 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 05 481 2406062 karyawan-di-kantor-sudah-100-divaksin-prokes-tak-boleh-longgar-8JiyOQQrP2.jpg Vaksin Covid-19 (Foto: John hopkins medicine)

Klaster perkantoran menjadi sorotan publik dan pemerintah belakangan ini. Hal tersebut karena banyak kasus Covid-19 baru yang bermunculan setelah para pekerja mulai kembali ke kantor.

Di sisi lain, para pekerja sudah kembali ke kantor karena manajemen berpikir bahwa karyawan sudah divaksin. Artinya, risiko mereka menjadi lebih kecil. Karena anggapan ini, mungkin ada di antara kalian yang merasa bebas lepas masker?

Padahal, dijelaskan Dokter Spesialis Paru dr Agus Dwi Susanto, SpP(K), meski semua karyawan diperusahaan sudah 100% divaksin Covid-19, sangat tidak disarankan untuk melonggarkan protokol kesehatan.

"Bagaimana pun, kita saat ini masih di tengah masa pandemi dan itu artinya risiko paparan masih ada sekalipun Anda sudah divaksin. Jadi, ketika ditanya apakah kantor yang sudah 100% mendapat vaksin boleh melonggarkan protokol kesehatan, kami menegaskan tidak boleh," ungkap dr Agus dalam webinar kesehatan 'Klaster Perkantoran Meningkat Kembali, Apa yang Harus Dilakukan?', Rabu (5/5/2021).

Dokter Agus melanjutkan, ada beberapa alasan mengapa prokes tak boleh dilonggarkan sekalipun Anda dan semua teman kantor sudah divaksin Covid-19.

 Vaksin Covid-19

1. Efikasi vaksin tidak ada yang 100%

Ini artinya tidak ada vaksin yang bisa menjamin 100% penerimanya terlindugi dari serangan virus Covid-19. Jadi, risiko terpapar masih ada selama pandemi masih berlangsung.

2. Ada yang belum lengkap vaksinnya

Ya, mungkin sudah 100 persen divaksin, tapi ada yang belum mendapat dosis kedua. Ini artinya, antibodi mereka yang baru mendapat dosis pertama belum terbentuk dengan sempurna. Sebab, antibodi terbentuk dalam tubuh memiliki periode dan ini setiap orang berbeda-beda.

"Dengan begitu, risiko terpapar Covid-19 karena belum semuanya mendapat dosis kedua masih bisa terjadi," terang dr Agus.

3. Vaksin tidak memproteksi 100%

Diingatkan kembali, kata dr Agus, vaksin Covid-19 yang ada di Indonesia pun dunia itu tidak ada yang mampu memproteksi 100% tubuh manusia dari serangan virus penyakit, dalam hal ini Covid-19. Terlebih, semakin ke sini semakin banyak ditemukan varian baru yang mana ada yang kebal antibodi dari vaksin yang sudah diberikan.

(DRM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini