Ini Cara Membedakan Alat Swab Test Baru dan Bekas

Antara, Jurnalis · Rabu 05 Mei 2021 17:01 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 05 481 2406124 ini-cara-membedakan-alat-swab-test-baru-dan-bekas-xsh2PD6Qnw.jpg Ilustrasi alat swab test. (Foto: Frolicsomepl/Pixabay)

BEBERAPA waktu lalu publik Tanah Air dihebohkan adanya beberapa oknum petugas menyalahgunakan alat tes usap atau swab test. Mereka mencuci ulang alat swab test tersebut untuk digunakan lagi dalam pemeriksaan covid-19. Hal ini pun patut diwaspadai oleh masyarakat.

Lantas, bagaimana cara membedakan penggunaan alat swab test yang memang masih baru dan bekas? Lalu bagaimana cara penggunaan alat swab test yang baik dan benar?

Baca juga: 5 Orang Jadi Tersangka Kasus Rapid Test Bekas di Bandara Kualanamu 

Ahli patologi klinik laboratorium yang juga lulusan Universitas Diponegoro Semarang dr Hadian Widyatmojo SpPK menghimbau agar sebelum melakukan swab, baik antigen maupun PCR, masyarakat perlu memastikan bahwa alat swab yang digunakan masih berada di dalam kemasan dan tersegel.

Masyarakat dapat meminta petugas swab memperlihatkan bahwa alat swab masih baru di dalam kemasan dan dibuka di depan pasien. Petugas juga akan menanyakan ulang nama pasien sebelum melakukan pemeriksaan untuk menghindari kesalahan identitas pasien.

"Anda bisa mencurigai jika tidak melihat alat swab tersebut dibuka dari tempatnya di depan Anda," ungkap dr Hadian dalam keterangannya, seperti dikutip dari Antara, Rabu (5/5/2021).

Baca juga: 9 Ribu Orang Jadi Korban Antigen Bekas, Pelaku Kantongi Rp1,8 Miliar 

Sementara dokter spesialis patologi klinik Dwi Fajaryani SpPK menambahkan, sebelum dilakukan pemeriksaan, petugas perlu menunjukkan kepada pasien alat swab test masih di dalam kemasan sebelum dipakai.

"Petugas akan membuka bungkus plastiknya sesaat sebelum tindakan swab untuk menjaga agar alat tersebut tetap steril dan mencegah kontaminan," jelas dr Dwi.

Ia juga menerangkan bahwa tidak diperkenankan masyarakat umum untuk membeli alat swab test sendiri, karena penggunaannya harus dilakukan dan dalam pengawasan tenaga medis ahli.

Sekali Pakai

Kemudian dokter spesialis patologi klinik Selvi Josten SpPK menambahkan bahwa seluruh alat swab test tidak dapat digunakan lagi. Alat tersebut merupakan alat sekali pakai dan akan dibuang setelah dipakai.

"Penggunaan reusable alat swab sangat berisiko tinggi pada kesehatan dan penyebaran infeksi virus covid-19 kepada pasien lainnya. Pastikan alat swab tersebut masih baru dan perhatikan perlekatan kemasannya harus dalam keadaan sempurna seperti dari pabrik (bukan memakai lem atau double tape)," tegasnya.

Baca juga: Olahraga di Rumah Saja, 5 Alat Ini Wajib Dimiliki 

Selain ditunjukkan dengan alat swab yang tersegel di dalam kemasan, dr Selvi mengatakan masyarakat juga dapat memerhatikan indikasi-indIkasi lain untuk mendeteksi apakah alat swab tersebut adalah alat swab test baru atau lama seperti permukaan swab stik berwarna putih bersih, masih mulus atau tidak kelihatan bergerigi, serta tidak beraroma.

Selama pengambilanya betul dan aman serta menggunakan alat yang direkomendasi dan memiliki izin edar, maka hasil pemeriksaan swab tersebut bisa dipertanggungjawabkan.

Baca juga: Harus Isolasi Mandiri Sepulang dari Luar Negeri, Ini Aktivitas yang Bisa Dilakukan 

Masyarakat bisa menanyakan izin edar tersebut pada faskes (fasilitas kesehatan) terkait merek atau tanggal kedaluwarsa alat yang digunakan. Umumnya sebuah alat swab bisa bertahan bertahun tahun dari masa produksinya.

"Alat swab Ag harus mempunyai nomor izin edar (NIE) dari Kementerian Kesehatan. Pasien dapat meminta petugas untuk diperlihatkan sertifikat NIE dari vendor alat," papar dr Selvi.

Lebih lanjut, selama pemeriksaan swab antigen atau PCR dilakukan oleh petugas yang telah terlatih, maka hasil pemeriksaan dapat dipertanggungjawabkan karena para petugas telah memiliki sertifikat pelatihan.

Keakuratan hasil dapat diperoleh dari laboratorium yang terstandarisasi serta didukung oleh tenaga terampil dan terlatih. Di samping itu, terdapat dokter spesialis patologi klinik sebagai penanggung jawab hasil pemeriksaan swab, baik antigen maupun PCR.

Baca juga: Duh! 19 Juta Pekerja Masih Terdampak Covid-19 

"Penggunaan alat swab harus dilakukan oleh tenaga terlatih dari laboratorium yang terstandar. Terdapat teknik dan perlakuan khusus mulai saat persiapan, pemeriksaan, hingga pengelolaan limbah infeksius," jelas dr Selvi.

Adapun penggunaan alat swab test yang tepat yaitu dengan cara memasukkan ke rongga hidung sampai batas nasopharings, ke rongga mulut sampai batas oropharings, lalu diusap bolak balik dengan stik swab.

"Penggunaan alat swab yang tidak tepat dapat menimbulkan komplikasi berbahaya, termasuk perdarahan hidung," tukasnya.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini