Amankah Beauty Device Digunakan saat Kita Berjerawat?

Pradita Ananda, Jurnalis · Rabu 05 Mei 2021 23:23 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 05 611 2406305 amankah-beauty-device-digunakan-saat-kita-berjerawat-VvlN7YJiAB.jpeg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

BERBAGAI macam beauty device di pasaran yang dilengkapi teknologi canggih untuk semakin menunjang perawatan skincare, yang bisa dipilih sesuai dengan jenis dan kebutuhan kulit masing-masing.

Walau beauty device sebagai penunjang perawatan skincare di rumah ini notabene bisa dipakai setiap hari dan bisa dipakai oleh semua jenis dan warna kulit. 

Tapi untuk pemakaian di jenis kondisi kulit tertentu, contohnya saat berjerawat atau breakout alias beruntusan seperti dijelaskan oleh dr. Listya Paramita, Sp.KK, dermatologist dan ahli Venereology tetap harus dikurasi terlebih dahulu.

Jerawat

“Dipakai saat kulit sedang berjerawat sebenarnya bisa-bisa saja, tapi dengan catatan tidak digunakan di wajah dengan kondisi jerawat yang berat. Contohnya yang sampai bernanah, nodul-nodul begitu skip dulu,” terang dr. Listya dalam gelaran media gathering virtual Rabu (5/5/2021).

Jika jerawat yang sedang muncul masih dalam kategori ringan hingga sedang, pemakaian beauty device saat ritual perawatan skincare masih diperbolehkan.

“Beauty device masih bisa digunakan di kondisi kulit berjerawat yang jerawatnya ringan sampai sedang, itu masih bisa. Tentu dikombinasikan dengan pemilihan jenis masker yang purifying, contohnya charcoal atau green tea yang cocok untuk kulit berjerawat,” imbuhnya.

Terakhir, dr. Listya memperingatkan ketika menggunakan beauty device yang dilengkapi teknologi canggih seperti seperti thermoteraphy, cryhotheraphy hingga LED light. Disarankan untuk tidak mengombinasikannya dengan produk skincare yang mempunyai kandungan mudah rusak terkena pemanasan.

“Enggak bisa dipasangkan bersama dengan produk-produk dengan ingredients yang mudah rusak dengan pemanasan contohnya kayak vitamin C, misalnya dipakai bareng maskernya yang ada vitamin C itu thermoteraphy nya jangan lama-lama terus LED lightnya bisa yang hijau, kuning atau biru," katanya.

"Temperaturnya disetting juga, jangan panas-panas jangan di atas 30 atau 35 derajat,” tutup dr. Listya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini