Tinjau Lokasi Bencana di NTT, Menteri PPPA: Perempuan dan Anak-Anak Harus Bangkit

Novie Fauziah, Jurnalis · Rabu 05 Mei 2021 21:14 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 05 612 2406264 tinjau-lokasi-bencana-di-ntt-menteri-pppa-perempuan-dan-anak-anak-harus-bangkit-KcNDoOxoPr.jpg Menteri PPPA Bintang Puspayoga di lokasi bencana alam NTT. (Foto: Dok Kementerian PPPA)

DESA Bena di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), termasuk wilayah terdampak bencana alam badai siklon tropis seroja. Sebanyak 262 perempuan dan 154 anak di Desa Bena turut menjadi korban penyintas.

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Bintang Puspayoga mengatakan masyarakat khususnya perempuan dan anak-anak harus segera bangkit dari keterpurukan.

Baca juga: TNI AD Bakal Percepat Perbaikan Jembatan di NTB dan NTT Usai Dilanda Bencana 

"Kami berharap warga dapat kembali bangkit dan pulih, bergerak bersama-sama dan bergotong royong," ungkap Menteri Bintang dalam keterangannya, Rabu (5/5/2021).

Lebih lanjut ia menerangkan, melalui gotong royong, masyarakat yang terkena dampak bencana alam akan lebih cepat pulih dan bangkit.

Menteri PPPA Bintang Puspayoga di lokasi bencana alam NTT. (Foto: Dok Kementerian PPPA)

Banyak warga yang kehilangan tempat tinggal karena kondisi rumahnya tidak lagi layak untuk dihuni, kehilangan mata pencarian karena rusaknya lahan pertanian dan hilangnya hewan-hewan ternak. Sekolah serta posyandu di desa tersebut juga belum berfungsi normal.

Upaya pembangunan kembali rumah atau tempat tinggal yang rusak akibat bencana, maka perempuan dan anak-anak akan merasa lebih terlindingi.

Baca juga: Pulau Baru Muncul di NTT Pasca-Badai Seroja, Ini Penjelasan BMKG 

Menteri Bintang berpesan kepada laki-laki khususnya para suami di Kabupaten TTS agar ikut serta mendukung pemberdayaan perempuan, tidak hanya di ranah domestik, tetapi juga di ranah publik.

"Semua tidak terlepas dari dukungan kaum laki-laki khususnya di Kabupaten TTS ini. Jika kita dapat bersinergi, tidak ada istilah tidak mungkin dan tidak bisa," pungkasnya.

(han)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini