Lindungi Diri dari Musuh, Aligator Ternyata Bisa Memutus Ekornya

Hantoro, Jurnalis · Rabu 05 Mei 2021 21:28 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 05 612 2406269 lindungi-diri-dari-musuh-aligator-ternyata-bisa-memutus-ekornya-Sq5tveOSmF.jpg Aligator. (Foto: Wirestock/Freepik)

TIDAK ada yang menyangka bahwa hewan buas sebesar aligator ternyata bisa memutus ekornya untuk melindungi diri dari musuh. Ini mirip seperti dilakukan cicak yang juga dapat memutus ekornya demi selamat dari predator. Setelah diputus, ekor tersebut bisa tumbuh lagi.

Aligator Amerika berusia remaja dapat menumbuhkan kembali ekornya hingga 18 persen dari panjang tubuhnya. Para peneliti dari Arizona State University (ASU) menemukan hal berbeda pada aligator dalam regenerasi tubuh mereka.

Baca juga: Viral Hewan Mirip Dinosaurus Terekam Berlari di Halaman Rumah Warga 

Aligator dapat menumbuhkan kembali bagian tubuh mereka yang tersegmentasi lengkap dengan otot yang berbeda sepanjang tinggi badannya.

Sebagaimana dikutip dari laman Science Alert, aligator memutus ekornya karena trauma yang ditimbulkan oleh agrasi territorial ataupun kanibalisme dari individu yang lebih besar. Selain itu, rusaknya ekor karena terlindas kendaraan juga pernah tercatat sebagai penyebabnya.

Aligator. (Foto: Wirestock/Freepik)

Tim peneliti menjelaskan jaringan ikat pada aligator akan menggantikan otot rangka untuk penyembuhan luka.

"Ekor aligator yang tumbuh kembali didukung oleh tabung tulang rawan yang tidak tersegmentasi daripada tulang. Tidak memiliki otot rangka dan memiliki jaringan ikat seperti bekas luka yang diisi dengan saraf dan pembuluh darah," ungkap Cindy Xu, ahli biologi Arizona State University (ASU).

Baca juga: Heboh Kawanan Hewan di Kebun Binatang Positif Covid-19 

Aligator butuh waktu lebih lama untuk menumbuhkan kembali ekornya yang hilang. Jika ekor kadal dapat tumbuh dalam waktu enam bulan, aligator butuh hingga 18 bulan untuk membentuk kembali ekornya.

Penelitian ini diharapkan mampu memberikan pemahaman kapasitas regeneratif yang bervariasi di antara berbagai kelompok reptil dan hewan. Studi lebih lanjut masih akan dilakukan terutama tentang bagaimana proses ini dapat bekerja.

(han)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini