Terlalu Banyak Makan Mi Instan, Ini 4 Bahayanya untuk Kesehatan

Pradita Ananda, Jurnalis · Kamis 06 Mei 2021 09:56 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 06 481 2406430 terlalu-banyak-makan-mi-instan-ini-4-bahayanya-untuk-kesehatan-0MMpWhz4yp.jpg Ilustrasi mi instan. (Foto: Wirestock/Freepik)

SIAPA sih yang tidak suka makan mi instan? Hampir setiap orang menyukai jenis makanan satu ini. Mudah diolah, gampang ditemukan di berbagai tempat, dan pastinya lezat.

Bahkan menurut data dari World Instant Noodle Association pada 2015, negara-negara seperti China, Indonesia, dan Jepang tercatat sebagai negara konsumen mi instan tertinggi di dunia.

Baca juga: Mi Instan Rasa Cokelat Siap Dirilis, Netizen: Gimana Rasanya? 

Di balik rasanya yang enak dan mudah dimasak, nyatanya ada bahaya kesehatan yang mengintai jika terlalu banyak mengonsumsi mi instan.

Mengutip dari laman Lifehack, Kamis (6/5/2021), mari simak ulasan singkat empat bahaya kesehatan jika terlalu banyak mengonsumsi mi instan.

Ilustrasi mi instan. (Foto: Wirestock/Freepik)

1. Terkait kanker

Mi instan merupakan tipe makanan yang membebani sistem pencernaan karena memaksa sistem pencernaan untuk memecah mi yang diproses selama berjam-jam. Hal ini bisa mengganggu kadar gula darah dan pelepasan insulin jika dicerna terlalu cepat, karena makanan disimpan di dalam tubuh selama akibat pencernaan yang lambat, bahan kimia beracun dan pengawet menjadi bertahan di dalam tubuh, yang sering kali menyebabkan paparan berlebih dari Butylated hydroxyanisole (BHA) dan t-butylhydroquinone (TBHQ).

Kedua bahan kimia tersebut sebenarnya bersifat karsinogenik yang artinya bisa menyebabkan kanker, bahkan dapat menyebabkan asma, kecemasan dan diare jika dikonsumsi dalam jangka waktu yang lama.

Baca juga: Ini Reaksi Ziva Magnolya saat Coba Mi Boba 

2. Meningkatkan risiko penyakit jantung

Dalam sebuah penelitian yang diterbitkan di Journal of Nutrition, ditemukan bahwa wanita yang mengonsumsi lebih banyak mi instan memiliki risiko sindrom metabolik yang jauh lebih besar daripada orang yang makan lebih sedikit. Ini terlepas dari pola makan atau kebiasaan olahraga secara keseluruhan dengan mereka yang makan mi instan lebih dari dua kali seminggu menjadi 68 persen lebih berpeluan mengalami sindrom metabolik yakni sekelompok gejala seperti obesitas sentral, tekanan darah tinggi, kadar kolesterol HDL yang rendah yang meningkatkan kemungkinan seseorang bisa terkena penyakit jantung, diabetes atau mengalami stroke.

3. Tinggi kandungan garam

Mi instan tinggi kandungan garam. Dalam sebuah penelitian yang diterbitkan American Journal of Hypertension pada 2014, konsumsi natrium tinggi diakui sebagai faktor utama dalam tingkat kematian yang tinggi dalam 23 studi kasus. Kelebihan natrium ini juga bisa memicu terjadinya tekanan darah tinggi, dan akhirnya merembet pada penyakit jantung.

Baca juga: Kabar Duka, Pencipta Rasa Indomie Nunuk Nuraini Meninggal Dunia 

4. Meningkatkan berat badan

Efek satu ini ditimbulkan dari kandungan Monosodium Glutamate alias MSG yang ada pada beberapa mi instan. Berdasarkan dari data kesehatan dan nutrisi yang dikumpulkan China Health and Nutrition Survey konsumsi MSG yang tinggi dalam waktu lama yang menyebabkan penambahan berat badan berlebih pada seseorang, yang mana akhirnya kondisi kelebihan berat badan berhubungan dengan banyak jenis penyakit.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini