Mengenal Badai Sitokin yang Dialami Suami Joanna Alexandra Sebelum Meninggal

Helmi Ade Saputra, Jurnalis · Kamis 06 Mei 2021 20:14 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 06 481 2406814 mengenal-badai-sitokin-yang-dialami-suami-joanna-alexandra-sebelum-meninggal-m3JTGZZTlp.jpg Joanna Alexandra dan suami (Foto : Instagram/@joannaalexandra)

Kabar duka datang dari Joanna Alexandra. Suami Joanna Alexandra, Raditya Oloan meninggal dunia.

Kabar duka diketahui dari rekan Joanna Alexandra, Ni Made Westny. "Your forever in our heart, and will be remembered your sincere kindness. Bobok yang tenang ya, Dit. Jaga keluarga dari rumah Bapa," tulis Ni Made Westny, Kamis (6/5/2021).

Sebagaimana diketahui, Raditya Oloan kritis usai dinyatakan negatif Covid-19. Menurut keterangan Joanna, Raditya punya penyakit bawaan yang kambuh akibat tertular Covid-19.

"Kondisinya post-covid dengan komorbid asma, and dia sedang mengalami cytokine storm (badai cytokine) yang menyebabkan hyper-inflamation di seluruh tubuhnya. Ditambah lagi ada infeksi bakteri yang lumayan kuat (tapi tidak sekuat ayah saya tentunya!!!!). Oia dan sementara ini Radit lagi CVVH karena ginjalnya lagi kurang berfungsi dengan baik," tulis Joanna

Suami Joanna Alexandra

Baca Juga : Suami Joanna Alexandra Meninggal Dunia

Baca Juga : Suami dalam Kondisi Kritis, Joanna Alexandra: Kami Butuh Doa Kalian

Raditya Oloan sempat mengalami badai sitokin. Lantas apa itu badai sitokin yang dialami suami Joanna Alexandra?

Dijelaskan Dokter Spesialis Paru RS Awal Bros Bekasi Timur dr. Annisa Sutera Insani, SpP, badai sitokin adalah kondisi saat sistem imun tubuh melawan virus dan ini biasanya terjadi saat adanya infeksi berat atau sepsis.

Jadi, saat tubuh mengalami sepsis, seperti demam, denyut nadi cepat, sesak napas, biasanya itu menjadi tanda dari terjadinya badai sitokin. Namun, menjadi catatan di sini bahwa badai sitokin sendiri tidak bisa dilihat dari luar.

"Badai sitokin itu terjadi saat tubuh mengalami kondisi sepsis," ungkapnya pada Okezone melalui pesan singkat, beberapa waktu lalu.

Dokter Annisa menambahkan, semua pasien yang terinfeksi virus apapun akan mengalami badai sitokin. Terlebih ketika sistem imun tubuh mereka tidak cukup kuat untuk melawan virus jahat tersebut. "Nah, saat imun tidak kuat melawan virus, itulah yang dinamakan badai sitokin," sambungnya.

Menurutnya, badai sitokin ini bisa terjadi di mana saja dan tidak hanya karena penyakit COVID-19. "Intinya, kalau tubuh Anda sedang diserang virus, kemudian sistem imun yang ada kekurangan 'tentara' sitokin, maka itulah yang dinamakan badai sitokin," tegasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini