Tips Pakai Hand Sanitizer: Biarkan Kering Mengering Sendiri

Antara, Jurnalis · Kamis 06 Mei 2021 15:02 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 06 612 2406615 tips-pakai-hand-sanitizer-biarkan-kering-mengering-sendiri-ardRuVWK7A.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

MEMBERSIHKAN tangan memang wajib dilakukan di masa pandemi Covid-19 ini. Membersihkan tangan pun harus dilakukan pada air yang mengalir dan dibersihkan dengan sabun.

Tapi, ketika akses air bersih sulit ditemukan, maka bisa digantikan dengan menggunakan hand sanitizer. Hand sanitizer pun cukup efektif memberantas virus, meski demikian masyarakat harus cerdas untuk memilih produk yang tepat.

Dokter spesialis kulit Kardiana Purnama Dewi yang tergabung dalam Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia (Perdoski) menyarankan untuk memakai hand sanitizer mengandung bahan desinfektan yang tepat.

Hand Sanitizer

Jika menggunakan bahan berbasis alkohol maka kandungan minimalnya 60 persen dan dapat juga menggunakan kandungan berbahan natural yang mengandung pelembab agar kulit higienis namun tidak mudah kering.

“Pastikan untuk membiarkan hand sanitizer atau anti bacterial spray mengering sendiri sehingga bahan aktifnya memiliki waktu untuk dapat bekerja dengan maksimal,” jelas dr. Kardiana.

Dia mengatakan, mencuci tangan selama 20 detik dengan air mengalir dan sabun tetap menjadi cara yang paling efektif untuk membunuh virus COVID-19. Tapi hand sanitizer bisa jadi pilihan ketika opsi utama tidak tersedia.

"Apalagi, data kepatuhan orang Indonesia mencuci tangan hanya 75 persen, jadi hand sanitizer bisa membantu untuk proteksi diri," katanya.

Laporan Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan kelamin Indonesia (Perdoski) menunjukkan, ada efek samping yang sering muncul akibat penggunaan hand sanitizer berbasis alkohol medis secara berulang.

Sesuai rekomendasi World Health Organization (WHO), kadar alkohol dalam sanitizer minimum 60 persen agar efektif membasmi kuman dan virus.

Kandungan alkohol medis yang tinggi ini berpotensi merusak sel kulit dan memperlambat proses regenerasi kulit. Penggunaan jangka panjang dapat menyebabkan kerusakan kulit dan iritasi.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini