Bukan Bersama di Masa Pandemi, Dokter Paru: Siapa Tahun Teman Anda OTG

Antara, Jurnalis · Kamis 06 Mei 2021 16:34 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 06 612 2406664 bukan-bersama-di-masa-pandemi-dokter-paru-siapa-tahun-teman-anda-otg-qoWplnfjdX.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

KENAIKAN kasus positif Covid-19 di beberapa tempat terjadi di bulan puasa kali. Bahkan, klaster Perkantoran menjadi salah satu penyumbang terbesar kasus positif tersebut.

Penyebabnya tidak lain lantaran adanya buka puasa bersama yang diadakan di kantor. Oleh karenanya, Dokter spesialis paru sekaligus Ketua Umum Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI), Agus Dwi Susanto meminta masyarakat tidak makan bersama, termasuk berbuka puasa dengan rekan-rekan atau orang lain di masa pandemi.

"Makan bersama, buka puasa bersama tidak dianjurkan. Saat makan membuka masker, kita tidak tahu satu sama lain, kadang dia (rekan Anda) tanpa gejala (OTG)," jelas dia.

"Di masa pandemi, bukber tidak disarankan. Konsep dasarnya tidak boleh makan bersama karena sudah terbukti menularkan (Covid-19)," tambahnya.

Covid-19 menyebar terutama di antara orang-orang yang berada dalam kontak erat berjarak sekitar 2 meter untuk waktu yang lama yakni lebih dari 15 menit. Kemungkinan transmisi pada jarak kurang dari 1 meter sekitar 12,8 persen dan potensi ini turun menjadi 2,6 persen pada jarak lebih dari 1 meter.

Studi menunjukkan, orang yang terinfeksi tetapi tidak memiliki gejala kemungkinan juga berperan dalam penyebaran Covid-19.

Agus yang berpraktik di Departemen Pulmonologi FKUI-RS Persahabatan itu mengingatkan saat Anda harus bekerja dari kantor tetaplah menerapkan protokol kesehatan.

Apabila Anda berada di kantor saat tiba waktu makan atau berbuka puasa, makanlah di meja Anda sendiri. Agus menyarankan Anda membawa makanan untuk berbuka sendiri, memakannya di meja Anda, tidak menyantapnya di satu ruangan dengan kolega sekantor dan sebisa mungkin santaplah makanan utama di rumah.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini