Jangan Makan Berlebihan saat Lebaran, Ikuti Tips Sehat Ini

Antara, Jurnalis · Jum'at 07 Mei 2021 04:04 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 07 481 2406896 jangan-makan-berlebihan-saat-lebaran-ikuti-tips-sehat-ini-HgwsgWSfDV.jpg Ilustrasi makanan. (Foto: Freepik)

KETIKA momen Lebaran atau Idul Fitri, banyak orang makan secara berlebihan. Ini bisa dibilang sebagai "ajang balas dendam" setelah satu bulan penuh berpuasa. Tapi nyatanya makan tak terkendali saat Lebaran akan membahayakan kesehatan.

Namun tenang saja, ada tips sehat makan ketika momen Lebaran. Salah satunya pengaturan pemilihan makanan dan mengurangi santan. Hal ini sebagaimana disampaikan dokter spesialis penyakit dalam dari Rumah Sakit UI, Muhammad Hafiz Aini.

"Menggunakan prinsip isi piringku, dilengkapi dengan makanan pokok, lauk-pauk, sayur, dan buah. Jumlah sayur dan buah dicukupi hingga setengah piring. Usahakan untuk mengurangi penggunaan santan," jelas dia dalam keterangannya, seperti disitat dari Antara, Jumat (7/5/2021).

Baca juga: Larangan Mudik Lebaran, 333 Titik Disekat dari Lampung hingga Bali 

Selain itu, sebaiknya hindari jumlah garam yang berlebihan misalnya kerupuk yang tinggi kalori dan natrium, juga karbohidrat tersembunyi agar tubuh tak terkena berbagai penyakit salah satunya hipertensi.

Ilustrasi makan berlebihan.

"Sebagian besar penderita hipertensi tidak merasakan keluhan, sehingga hipertensi sering disebut dengan silent killer. Beberapa gejala hipertensi yang umum di antaranya nyeri dada, dada berdebar, penglihatan buram, mudah lelah, pusing, dan sakit kepala," terang dr Hafiz.

Ia melanjutkan, sekira 1 miliar orang di dunia memiliki hipertensi dan sebanyak 2/3-nya ada di negara-negara berkembang, serta 25,8 persen orang dengan hipertensi hanya sepertiganya yang terdiagnosis.

Baca juga: Larangan Mudik Lebaran, Ini 6 Jenis Kendaraan yang Masih Boleh Melintas 

Faktor risiko hipertensi sebenarnya ada dua macam yaitu faktor yang tidak dapat diubah seperti usia, jenis kelamin, genetic. Sementara faktor yang dapat diubah yakni terkait pola hidup seperti kurang aktivitas fisik, diet tidak sehat yang tinggi natrium/garam, obesitas, stres, dan merokok.

"Tekanan darah normal jika nilai sistol kurang dari 120 dan diastol kurang dari 80. Seseorang dengan tekanan sistol lebih dari 140 dan diastol lebih dari 90 harus melakukan kontrol rutin hipertensi di fasilitas kesehatan. Jika tekanan darah sistol lebih dari 180 dan diastol lebih dari 120 dan ada keluhan mendadak, dikenal dengan krisis hipertensi, jika mengalami keadaan ini harus segera dibawa ke IGD," ungkap dia.

Ada beberapa hal yang perlu Anda perhatikan saat melakukan pengukuran tekanan darah di rumah yaitu sebelum pengukuran pastikan istirahat 2 hingga 5 menit, posisi duduk, tidak minum kafein, minum obat rutin, serta tidak menahan buang air kecil.

Selanjutnya, pengukuran sebaiknya dilakukan 2 sampai 3 kali dengan selang 1 menit yang dilakukan saat pagi atau malam selama 3 hingga 7 hari untuk mendapatkan variasi dan rata-rata tekanan darah.

Baca juga: 6 Tips Aman Belanja Jelang Lebaran di Masa Pandemi Covid-19 

Berikutnya, Anda disarankan menggunakan alat tensi digital (lengan), jangan lupa untuk kalibrasi alat, dan jangan banyak bergerak saat pengukuran.

Dokter Hafiz menambahkan, bagi Anda yang sudah telanjur terkena hipertensi untuk bisa mengendalikan penyakit melalui PATUH yakni Periksa kesehatan secara rutin dan ikuti anjuran dokter; Atasi penyakit dengan pengobatan yang tepat, benar, dan rutin; Tetap diet dengan gizi seimbang; Upayakan aktivitas fisik secara rutin dan aman; Hindari asap rokok, alkohol, dan zat berbahaya lainnya.

"Kita harus bisa hidup sehat tanpa hipertensi, namun kalau sudah kena hipertensi, kita bisa hidup sehat dengan hipertensi," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini