Ini Pentingnya Tidur Cukup Supaya Kuat Jalankan Puasa Ramadhan

Antara, Jurnalis · Jum'at 07 Mei 2021 05:01 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 07 481 2406897 ini-pentingnya-tidur-cukup-supaya-kuat-jalankan-puasa-ramadhan-PUfqJSqlR0.jpg Ilustrasi tidur. (Foto: Jcomp/Freepik)

RAMADHAN merupakan bulan yang penuh dengan ibadah dan kebersamaan. Tapi ibadah malam dan sahur dapat membuat kebiasaan tidur berubah.

Penelitian telah menunjukkan bahwa orang yang berpuasa tidur sekira 1,5 jam lebih sedikit dari biasanya. Kualitas tidur juga bisa terganggu karena dibagi menjadi waktu tidur terpecah-pecah selama periode 24 jam.

Baca juga: Ayah-Bunda, Ini Lho Manfaat Ajarkan Anak-Anak Sifat Mandiri 

Oleh karena itu, dokter menyarankan mengatur jadwal tidur yang bisa diterapkan selama sebulan. Ini juga untuk memastikan setiap orang bisa tidur setidaknya 4 jam tanpa gangguan di malam hari.

"Tidur adalah bagian penting dari menjaga kesehatan yang memungkinkan tubuh untuk mengisi energi dan memulihkan diri. Kurang tidur dapat memengaruhi suasana hati serta kesehatan fisik seseorang, termasuk penambahan berat badan hingga peningkatan risiko penyakit jantung atau bahkan diabetes," kata dr Sobia Farooq, ahli paru asal Abu Dhabi, seperti dikutip dari laman Gulfnews.

Rata-rata orang dewasa membutuhkan antara 7,5 hingga 8 jam tidur setiap malam. Sedangkan anak-anak berusia 6 hingga 12 jam membutuhkan 9 sampai 12 jam tidur setiap hari.

Dokter Muhammed Anas Ayoob, spesialis penyakit paru, mengatakan banyak orang menghadapi kurang tidur akut pada malam hari. Ini menyebabkan lelah, mengantuk, dan perubahan suasana hati di siang hari.

"Penelitian telah menunjukkan penundaan waktu tidur dan bangun yang tiba-tiba pada peserta yang menjalankan Ramadhan jika dibandingkan dengan bulan-bulan lainnya. Selain itu, persentase subjek yang bangun setelah jam 12 siang secara signifikan lebih tinggi pada minggu ketiga Ramadhan, dan kantuk di siang hari lebih tinggi secara signifikan. Terakhir, persentase peserta yang mengatakan mereka tertidur secara tidak sengaja di kelas meningkat secara signifikan dari 15 persen sebelum Ramadhan menjadi 36 persen di bulan Ramadhan," papar dr Ayoob.

Baca juga: Jangan Sampai Anak-Anak Kecanduan Gadget, Ini Bahayanya 

Kurang tidur dapat menyebabkan perubahan suasana hati, nyeri sendi, dan rasa kantuk.

"Mengantuk dapat mengganggu fungsi kognitif, merusak daya ingat, menyebabkan perubahan kepribadian, bahkan depresi. Mengemudi dalam keadaan mengantuk terbukti lebih berbahaya daripada mengemudi di bawah pengaruh alkohol," jelas dr Farooq memperingatkan.

Dokter memperingatkan akumulasi kurang tidur memiliki banyak dampak yang lebih berbahaya, termasuk peningkatan risiko obesitas, diabetes, dan penyakit jantung.

Merencanakan rutinitas tidur baru selama Ramadhan bisa membantu mengurangi risiko kurang istirahat. Dokter Ayoob mengatakan orang-orang harus menargetkan setidaknya waktu tidur selama 4 jam di malam hari, idealnya sebelum bangun untuk sahur, dan kemudian tidur beberapa jam lagi setelah Sholat Subuh sebelum menjalankan aktivitas.

Baca juga: 6 Cara Membangun Percaya Diri Anak, Dicoba Ya Bun! 

Dokter Farooq juga merekomendasikan untuk tidur siang jika memungkinkan. "Tidur siang bisa menjadi cara yang fantastis untuk mengejar sedikit tidur dan membantu orang merasa lebih berenergi. Namun, penting bagi masyarakat untuk mengatur tidur siangnya dengan benar untuk mendapatkan manfaatnya."

"Saya menyarankan orang membatasi tidur siang mereka hingga 20 menit dengan menyetel alarm, karena tidur lebih lama dari ini bisa menjadi kontraproduktif dan menyebabkan perasaan lebih lelah dan pening daripada sebelumnya," ungkapnya.

Pola makan dan aktivitas fisik memberikan peran penting dalam memastikan kualitas tidur.

Baca juga: Anak Terinfeksi Covid-19, Benarkah Sembuh Lebih Cepat dari Orang Dewasa? 

Kurangi konsumsi makanan berat yang kaya lemak jenuh dan karbohidrat pada periode sebelum tidur. Ini akan membantu pencernaan yang lebih baik sebelum dan selama tidur. Aktivitas fisik sedang hingga tinggi juga sangat efektif dalam memastikan kualitas tidur.

Orangtua juga harus memastikan anak-anak mereka dapat waktu tidur yang cukup. Coba batasi waktu menonton di gawai sebelum tidur agar cahaya biru tidak mengganggu tidur mereka.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini