Kriteria Tenaga Kesehatan yang Dapat Insentif

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Jum'at 07 Mei 2021 12:27 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 07 481 2407090 kriteria-tenaga-kesehatan-yang-dapat-insentif-DhzaLNsTLz.jpg Tenaga medis (Foto: Thailand medical news)

Pemerintah berupaya memberikan apresiasi terhadap para tenaga kesehatan (nakes) yang telah berjuang dalam penanganan Covid-19. Salah satunya dengan pemberian insentif bagi para nakes. Insentif tenaga kesehatan merupakan bentuk apresiasi pemerintah kepada para tenaga kesehatan yang telah berjuang dalam penanganan Covid-19.

Merangkum dari Instagram Kementerian Kesehatan (Kemenkes) @kemenkes_ri, Jumat (7/5/2021), pembayaran insentif tenaga kesehatan yang bertugas tangani Covid-19 tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah pusat, namun juga daerah yang mana pembayarannya diperuntukkan bagi RS Pemda, Puskesmas dan Labkesda.

Terdapat beberapa kriteria tenaga kesehatan yang mendapat insentif berdasarkan fasilitas pelayanan kesehatan, berikut penjelasannya.

 tenaga kesehatan

1. Rumah Sakit

Tenaga kesehatan (nakes) yang memberikan pelayanan di ruang isolasi Covid-19, ruang HCU/ICU/ICCU Covid-19, ruang IGD triase dan ruang lain yang digunakan untuk pelayanan pasien Covid-19. Besaran insentif sesuai dengan jenis nakes.

2. Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP)

Nakes yang melakukan pengambilan tes swab terkonfirmasi terhadap setiap orang melalui bandara, pelabuhan dan lintas batas negara. Insentif paling tinggi sebesar Rp5 juta per bulan.

3. Wisma Karantina yang Ditetapkan Menkes

Nakes yang melakukan pelayanan Covid-19 dan pelayanan kesehatan lainnya yang mendukung. Insentif paling tinggi sebesar Rp5 juta per bulan.

4. BTKL-PP atau BBTKL-PP

Nakes yang melakukan pengambilan dan pemeriksaan tes swab terkonfirmasi dengan intensif maksimal Rp 5 juta per bulan. Tenaga lain yang memeriksa spesimen Covid-19 terkonfirmasi dengan insentif maksimal Rp5 juta per bulan.

Nakes dan tenaga lain dengan pendidikan S3, dokter spesialis patologi klinik, atau dokter spesialis mikrobiologi klinis, insentif maksimal sebesar Rp 15 juta per bulan.

5. Laboratorium yang ditetapkan Kemenkes dan Lab milik Pemda

Nakes dan tenaga lain yang memeriksa spesimen Covid-19 terkonfirmasi, insentif paling tinggi sebesar Rp 5 juta per bulan.

Nakes dan tenaga lain dengan pendidikan S3, dokter spesialis patologi klinik atau dokter spesialis mikrobiologi klinis , insentif maksimal sebesar Rp 15 juta per bulan.

RS lapangan dan lab dapat mengangkat tenaga lain sesuai kebutuhan dengan insentif paling tinggi Rp 5 juta per bulan.

(DRM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini