Badan Kesehatan Afrika Senang, Hak Paten Vaksin Covid-19 Dibatalkan

Pradita Ananda, Jurnalis · Jum'at 07 Mei 2021 18:44 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 07 612 2407336 badan-kesehatan-afrika-senang-hak-paten-vaksin-covid-19-dibatalkan-J7JLRnD6hH.jpg Ilustrasi Vaksin Covid-19. (Foto: Freepik)

PRESIDEN Amerika Serikat Joe Biden mengambil langkah mencabut hak kekayaan intelektual atau hak paten untuk vaksin Covid-19. Dengan demikian, setiap negara bisa dan berhak untuk mengembangkan vaksin Covis-19.

Uni Afrika pun dikabarkan menyambut baik keputusan terkait soal hak paten vaksin. Di saat yang bersamaan, Badan Kesehatan Uni Afrika mengimbau kesabaran publik karena memang langkah tersebut akan membutuhkan waktu untuk diwujudkan menjadi kenyataan.

“Ini merupakan langkah yang sangat baik ke arah yang benar untuk melawan pandemi global," kata John Nkengasong, kepala Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Afrika, dikutip Reuters, Jumat (7/5/2021).

"Tetapi hasilnya tidak akan terjadi besok, apa yang kami butuhkan sekarang dan saat ini adalah vaksin yang dapat kami berikan kepada orang-orang sambil mengembangkan kapasitas produksi kami sendiri," jelas dia.

Presiden Joe Biden, pada Rabu 5 Mei lalu menyerukan dukungan untuk pengabaian hak paten vaksin. Namun langkah tersebut mengecewakan perusahaan farmasi besar yang telah memproduksi vaksin.

Sebagai informasi, Afrika sebagai benua dengan jumlah penduduk 1,3 miliar orang menjadi benua di mana sebagian besar negaranya tidak mempunyai fasilitas dan akses perawatan kesehatan yang memadai.

Terkait ketersediaan vaksin, menurut data CDC Afrika, sampai pada 4 Mei 2021 tercatat sebanyak 37,6 juta dosis vaksin telah diperoleh oleh negara-negara Afrika, sekitar 20,2 juta di antaranya telah diberikan, dengan tingkat cakupan 1,14 persen.

Sejak Oktober 2020, Afrika Selatan dan India diketahui berinisiasi mendorong pembebasan vaksin di Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) dengan mengumpulkan dukungan dari sejumlah besar negara berkembang, sebagai langkah penting untuk membuat vaksin Covid-19 bisa lebih banyak tersedia sehingga program vaksinasi bisa berjalan lebih lancar.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini