Gigih Berjuang, Warga Malang Lulus Seleksi Imam Masjid UEA

Avirista Midaada, Jurnalis · Jum'at 07 Mei 2021 22:03 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 07 612 2407427 kisah-warga-malang-lulus-seleksi-imam-masjid-uea-sempat-tak-percaya-bakal-berangkat-fz94SyAHFi.jpg Muhammad Shohibul Huda lulus seleksi imam masjid di UEA. (Foto: Dok pribadi via Okezone)

Selesai menjalani seleksi tahap pertama, Shohibul terkejut namanya masuk dan berhak mengikuti seleksi tahap kedua. Ia bersama 100 peserta masuk tahap seleksi kedua yang digelar pada Maret 2021 lalu.

"Di tahap kedua ini pengujinya langsung Syeikh-nya dari UEA ada 5 orang. Pelaksanaannya Maret kemarin, pelaksanaannya sama 3 hari juga. Saat itu yang datang 90 orang dari 100 orang peserta," bebernya.

Baca juga: Imam Masjid dan Pendakwa Asal Indonesia Ini Sukses Kelolah 5.000 Ekor Sapi 

Di sinilah kunci dari seleksi verifikasi dokumen dan tahap pertama yang dijalani pria yang sehari-hari juga berprofesi sebagai pengajar hafalan Alquran di Ma'had UIN Malang ini, bagaimana tidak setiap peserta yang masuk seleksi tahap dua harus menjalani seleksi satu per satu di hadapan para Syeikh dari UEA yang datang secara khusus ke Indonesia.

"Peserta yang ada itu dipanggil dites oleh para Syeikh itu. Materi tesnya sama sebenarnya, mengenai kebahasaan, tahsin (suara bacaan Alquran), hafalan Alquran, hingga pemahaman Islam. Kira-kiranya itu. Tapi hasilnya enggak langsung keluar, baru beberapa hari kemudian keluar," terang Shohibul Huda.

Muhammad Shohibul Huda lulus seleksi imam masjid di UEA. (Foto: Dok pribadi via Okezone)

Usai menjalani seleksi tahap kedua, nama Muhammad Shohibul Huda masuk 27 peserta seleksi imam yang bakal diberangkatkan ke UEA. Awalnya ia mengaku tidak percaya ada namanya yang lulus, namun saat dikonfirmasi lagi ke pihak Kemenag RI benar ada namanya yang menjadi satu dari 27 peserta lulus.

"Enggak nyangka bisa lulus, karena semua tesnya berat. Enggak yang ada muda, yang paling besar porsinya di hafalan 30 juz, tilawahnya, tahfidz, lagu membacanya, sama kemampuan bahasa Arab, porsinya itu," jelasnya.

Baca juga: Asida, Takjil Khas Maluku yang Jadi Primadona saat Ramadhan 

Shohibul Huda mengaku saat menjalani tes pemahaman agama ada keterbatasan bahasa Arab yang dimilikinya, sehingga beberapa kali terpaksa menjawab pertanyaan dengan Syeikh-nya dengan menggunakan bahasa Inggris.

"Waktu dites Syeikh di bahasa Arab ada yang lupa, mungkin karena nervous atau grogi, akhirnya saya pakai bahasa Inggris, tapi alhamdulillah yang sana juga paham. Waktu itu dites fikih moderat, semuanya sulit. Tapi saya kira ini semua bukan dari kemampuan saya, tapi karena ridho Allah saya bisa lulus," paparnya.

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini