Penuhi Kebutuhan Vaksin Covid-19, Menlu Retno Akan Bertemu Anggota COVAX

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Sabtu 08 Mei 2021 12:30 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 08 481 2407636 penuhi-kebutuhan-vaksin-covid-19-menlu-retno-akan-bertemu-anggota-covax-y9RsZt35j0.jpg Menlu Retno Marsudi memberi keterangan saat menyambut kedatangan Vaksin AstraZeneca di Bandara Soekarno-Hatta. (Foto: Tangkapan layar YouTube Sekretariat Presiden)

PANDEMI covid-19 yang belum kunjung berakhir membuat sejumlah negara berupaya keras mendapatkan suplai vaksin covid-19. Terlebih dengan beberapa negara yang justru menunjukkan angka kasus positif covid-19 terus meningkat.

Mengutip dari siaran langsung di kanal YouTube Sekretariat Presiden, Sabtu (8/5/2021), Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi menjelaskan, pada 17 Mei 2021, COVAX AMC Engagement Group berencana bertemu lagi untuk membahas situasi terkini dalam upaya pemenuhan vaksin covid-19 setara untuk semua negara.

Baca juga: Indonesia Kembali Terima 1,3 Juta Dosis Vaksin AstraZeneca dari COVAX 

"Bersama Menteri Kesehatan Ethiopia dan Menteri Pembangunan Internasional Kanada, saya akan memimpin COVAX EMC Engagement Group tersebut," terang Menlu Retno.

Kedatangan 1,3 juta dosis Vaksin AstraZeneca. (Foto: Tangkapan layar YouTube Sekretariat Presiden)

Menurut dia, per Jumat 7 Mei 2021, jumlah kasus positif dunia sudah melebihi 157 juta kasus dengan angka kematian lebih dari 3,2 juta orang. Ini berdasarkan laporan mingguan World Health Organization (WHO).

Baca juga: Indonesia Total Terima 6.410.500 Dosis Vaksin AstraZeneca dari COVAX 

"Mengenai laporan kasus epidemologi global covid-19 di minggu lalu sampai 2 Mei 2021, disebutkan bahwa jumlah kasus global dalam 2 minggu terakhir melebihi jumlah kasus selama 6 bulan pertama pandemi. Jumlahnya sangat tinggi dengan lebih dari 5,7 juta kasus per minggunya," lanjutnya.

Kawasan Asia Tenggara yang dalam terminologi WHO terdiri dari negara India, Indonesia, Nepal, Bangladesh, Sri Lanka, Thailand, Maladewa, Timor Leste, Myanmar, dan Bhutan mengalami kenaikan kasus tertinggi yaitu 19 persen dilihat dari kurun waktu seminggu sampai 2 Mei 2021.

(han)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini