Kabar Baik, Pembayaran Insentif Relawan RSDC Wisma Akan Dipercepat

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Sabtu 08 Mei 2021 14:07 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 08 481 2407657 kabar-baik-pembayaran-insentif-relawan-rsdc-wisma-akan-dipercepat-cIPOka3mPb.jpg Relawan RSDC Wisma Atlet. (Foto: Okezone)

KEMENTERIAN Kesehatan menegaskan bahwa pembayaran insentif relawan, khususnya bagi mereka yang bertugas di Rumah Sakit Darurat Covid-19 Wisma Atlet, masih terus berproses dan akan dipercepat. Seperti diketahui, sejak beroperasi pada Maret 2020, RSDC Wisma Atlet telah menugaskan sebanyak 6.094 relawan yang terdiri dari bidan, ahli gizi, apoteker, dokter, perawat, dan petugas medis lainnya.

Sebagai pihak yang bertanggung jawab atas pembayaran insentif bagi tenaga kesehatan di RSDC Wisma Atlet, Kemenkes telah membayarkan insentif bulan Maret hingga November 2020 sebesar Rp63 miliar. Sementara untuk bulan Desember, belum bisa dibayarkan karena pembayarannya baru bisa dilakukan pada 2021.

Baca juga: Ini Besaran Insentif Tenaga Kesehatan yang Tangani Covid-19 

Guna mempercepat pembayarannya, di tahap pertama ini Kemenkes telah mengajukan review kepada Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) untuk selanjutnya mengajukan persetujuan buka blokir ke Kementerian Keuangan sebanyak Rp581 miliar. Anggaran ini rencananya diperuntukkan bagi 97.924 nakes di 914 faskes. Setelah disetujui, Kemenkes dalam waktu dekat akan mengajukan persetujuan tahap kedua.

"Alhamdulillah pengajuan tahap kedua sebesar Rp231 miliar sudah mendapatkan persetujuan dari BPKP. Di dalam anggaran ini ada bagian dari relawan RSDC Wisma Atlet dan sudah cair," jelas Sekretaris Badan Pengembangan dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia (PPSDM) Kemenkes dr Trisa Wahjuni Putri, seperti dikutip dari keterangan yang diterima MNC Portal, Sabtu (8/5/2021).

RSDC Wisma Atlet.

Sesudah persetujuan ini, pembayaran insentif bulan Desember tahun 2020 sudah diproses oleh Badan PPSDM Kesehatan untuk dapat direalisasikan.

"Dari yang kami proses untuk bulan Desember, sudah terbit SP2D sebesar Rp292 juta. Sisanya sebesar Rp6,657 miliar sudah tahapan konversi dan sebentar lagi menjadi SP2D. Jadi untuk bulan Desember, insya Allah kita siap direalisasikan hari ini untuk 961 tenaga kesehatan," tuturnya.

Baca juga: Penyebab Masih Banyak Nakes Belum Terima Insentif 2020 

Sementara pada 2021, pemerintah telah melakukan berbagai perubahan, di antaranya penambahan area yang menangani covid-19 yang bisa mendapatkan insentif dan memperkuat transparansi serta akuntabilitas sesuai saran KPK, BPK, dan BPKP.

Mempertimbangkan hal tersebut, maka dilakukan perubahan pada sistem dan pembuatan nomor rekening baru tenaga kesehatan yang menerima insentif sebagaimana rekomendasi dari KPK untuk dapat melakukan transfer langsung pada rekening tenaga kesehatan.

Anggaran insentif setelah mendapatkan persetujuan/rilis dari BPKP sehingga sudah dibuka blokirnya pada DIPA Badan PPSDMK pada tanggal 6 Mei 2021 yang langsung dilakukan proses untuk disalurkan.

Untuk insentif relawan RSDC Wisma Atlet, Trisa menyebutkan bahwa Kemenkes akan membayarkannya secara bertahap. Pada tahap pertama telah dibayarkan pada 13 April 2021 sebesar Rp13.376.071.701 bagi 2.090 tenaga kesehatan. Tahap kedua telah dilakukan perbaikan dan upload SPM sebanyak Rp8.095.535.766 untuk 1.051 tenaga kesehatan.

Baca juga: Kemenkes Gelontorkan Rp246,8 Miliar Bayar Insentif hingga Santunan Kematian Nakes 

Selain itu, Badan PPSDM Kesehatan juga memproses pembayaran insentif untuk bulan Februari sebesar Rp18.212.142.926 bagi 2.499 tenaga kesehatan yang pada prosesnya membutuhkan perbaikan data saat ini sudah dilakukan upload SPM.

Insentif bulan Maret sedang dilakukan proses pembuatan data supplier untuk pembuatan SPM guna pembayaran bagi 2.457 tenaga kesehatan dengan total insentif sebesar Rp18.212.142.926.

"Dari Januari hingga Maret, total insentif yang sedang dalam proses maupun sudah direalisasikan sekitar Rp57,97 miliar," ungkapnya.

Baca juga: 1.500 Nakes Wisma Atlet Rekreasi ke Dufan 

Ke depan, Kemenkes berharap bahwa proses ini dapat berjalan lancar, sehingga insentif sebagai bagian dari komitmen pemerintah untuk mengapresiasi kerja keras tenaga kesehatan yang berjuang di garda terdepan penanganan covid-19 bisa segera terbayarkan.

Setelah melewati masa sulit ini Badan PPSDM Kesehatan berupaya keras melaksanakan pembayaran insentif bagi tenaga kesehatan yang menanggulangi covid-19 bisa dilakukan secara rutin (per bulan).

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini