Beda dengan Indonesia, Belanda Beri THR untuk Pekerja yang Liburan

Novie Fauziah, Jurnalis · Sabtu 08 Mei 2021 16:02 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 08 612 2407671 beda-dengan-indonesia-belanda-beri-thr-untuk-pekerja-yang-liburan-OY4MQx6ATE.jpg Ilustrasi THR. (Foto: Dede Kurniawan/Okezone)

SAAT Idul Fitri tiba, karyawan atau pekerja akan menerima tunjangan hari raya (THR). Ini merupakan pendapatan nonupah yang diberikan kepada para pegawai tersebut.

Selama ini THR hanya dikenal di Indonesia karena Pemerintah Indonesia menetapkan dasar hukum THR melalui Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 6 Tahun 2016 tentang Tunjangan Hari Raya Keagamaan Bagi Pekerja/Buruh di Perusahaan. Peraturan ini terdiri dari 13 pasal dan mulai diberlakukan saat diundangkan pada 8 Maret 2016.

Baca juga: Ucapan Idul Fitri Bahasa Arab, Bukan Hanya Minal Aidin wal Faizin 

Di dalam Pasal 3 Angka 2 Permenaker 6/2016 disebutkan bahwa pekerja atau buruh yang mempunyai masa kerja 1 bulan diberikan secara proporsional sesuai masa kerja.

Lantas, bagaimana di luar negeri? Apakah juga ada tradisi atau ketentuan memberikan THR seperti di Indonesia?

Ilustrasi THR. (Foto: Shutterstock)

Sebagaimana dikutip dari laman Dutchreview, Sabtu (8/5/2021), di Belanda ternyata ada tradisi yang sama seperti di Indonesia yaitu pemberian THR. Negara Kincir Angin itu menyebutnya sebagai Holiday Allowance atau Tunjangan Liburan.

Holiday Allowance akan diberikan kepada pekerja yang akan mendapat liburan. Perusahaan di mana tempat mereka bekerja bakal memberikan hak tersebut.

Baca juga: Deretan Ucapan Selamat Hari Raya Idul Fitri, Penuh Bahagia dan Syukur 

Namun, THR di Belanda berbeda. Jika di Indonesia tunjangan yang didapat biasanya menjadi hak pribadi, dan dapat digunakan sesuai kebutuhan masing-masing, akan tetapi di Belanda, seseorang yang mendapat THR diwajibkan menyumbangkan sebagian gaji mereka.

Per Januari 2020, tarif standar adalah minimal 8 persen dari total gaji Anda atau 8,33 persen untuk pekerja sementara.

Sejarah THR di Belanda

THR di Belanda diperkenalkan awalnya pada 1920-an. Ini sebagai cara bagi pemberi kerja untuk memberikan insentif kepada karyawannya khusus pergi berlibur.

Namun, baru pada 1960-an para pekerja mampu menikmati liburan mewah di luar negeri. Saat itulah liburan musim panas benar-benar lepas landas.

Baca juga: 4 Inspirasi Kegiatan Supaya Lebaran di Rumah Aja Tetap Asyik 

Mulanya bahwa karyawan akan menerima gaji tersebut setiap bulan Mei, sehingga liburan dapat direncanakan sebelumnya untuk cuti musim panas mereka, yakni dengan uang yang telah disisihkan dan disimpan.

Jadi, pembayaran liburan biasanya masih dibayarkan pada bulan Mei dan akan muncul di slip gaji mereka.

Ini telah diciptakan sebagai gaji bulan ke-13, karena ini adalah pembayaran bulan tambahan di atas gaji tahunan para pekerja. Setiap perubahan yang biasanya disepakati sebelumnya antara masing-masing pemberi kerja atau karyawan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini