Kenali Perbedaan Varian Virus Corona dari Inggris, Afrika Selatan, Brasil dan India

Pradita Ananda, Jurnalis · Minggu 09 Mei 2021 13:01 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 09 481 2407940 kenali-perbedaan-varian-virus-corona-dari-inggris-afrika-selatan-brasil-dan-india-tiJW9pFcak.jpg Ilustrasi (Foto : Freepik)

Disebabkan virus SARS CoV-2, pandemi Covid-19 telah melanda dunia selama satu tahun lebih. Belum menunjukkan tanda-tanda berakhir meski sudah ada vaksin, dunia sudah harus menghadapi serangan varian baru virus corona hasil dari mutasi. 

Mutasi Corona itu strain dari Inggris (B117), Afrika Selatan (B1351), Brasil (P1) dan strain dari India (B.1.617). Mengenal masing-masing dan apa perbedaan setiap jenis strain sekiranya bisa membantu untuk lebih menjaga diri dari yang termasuk dalam Variant of Concern (VOC) dan Variant of Interest (VoI) WHO tersebut. Menghimpun berbagai sumber, Minggu (9/5/2021) mari simak ulasannya di bawah ini.

1. Strain Inggris

Covid-19

Disebut dengan kode B.1.1.7, varian virus yang pertama kali ditemukan di Inggris pada akhir 2020 dan telah menyebar dengan cepat setidaknya ke 70 negara di dunia, termasuk Indonesia. Strain dari Inggris ini disebutkan punya sejumlah besar mutasi, banyak di antaranya melibatkan protein lonjakan virus, yang membantu virus menyerang sel manusia.

Varian dari Inggris ini menyebar begitu cepat dan dengan cepat menggantikan varian lain yang beredar, menunjukkan bahwa B.1.1.7 punya semacam keunggulan selektif dibandingkan varian lain. New and Emerging Respiratory Virus Threats Advisory Group (NERVTAG) United Kingdom menyimpulkan, transmisi yang lebih cepat ini Imungkin hasil dari salah satu mutasi pada lonjakan protein varian mutasi yang disebut "N501Y".

Ditemukan N501Y ini berkaitan dengan peningkatan pengikatan virus ke reseptor yang ditemukan di permukaan pada banyak sel di manusia, yang disebut ACE2. Disebutkan, kemungkinan berarti B.1.1.7, bahkan lebih efisien dalam memasuki sel di tubuh manusia. Penelitian dari Public Health England menyebutkan, varian Inggris ini lebih menular sekitar antara 30 hingga 50 persen.

Baca Juga : Aura Seksi Vicky Zainal Berbalut Bikini, Netizen: Gak Ada Obatnya Ini Sih

2. Strain Afrika Selatan

Memiliki kode B.1.351, varian yang pertama kali terdeteksi di Nelson Mandela Bay, Afrika Selatan, pada Oktober 2020. Sejak itu telah menyebar setidaknya di lebih dari 30 negara di dunia termasuk Indonesia. Meski sama dengan varian Inggris yang memiliki mutasi N501Y pada protein lonjakan, yang berarti lebih efisien dalam mendapatkan akses ke sel tubuh manusia untuk bereplikasi yang memicu penyebarannya yang cepat.

Tapi tak hanya satu, varian Afrika Selatan ini disebutkan juga memuat beberapa mutasi lain yang berkaitan. Dua di antaranya, yang disebut E484K dan K417N yang buruk bagi sistem kekebalan manusia karena dua mutasi ini bisa menghindar dari antibodi, bagian penting dari sistem kekebalan tubuh yang membantu tubuh melawan infeksi. Namun sejauh ini, belum ada bukti yang menunjukkan varian virus asal Afrika Selatan lebih mematikan daripada varian virus asli penyebab Covid-19.

3. Strain Brasil

Covid-19

Varian virus dengan kode P.1 yang juga telah menyebar ke banyak negara di dunia satu ini diketahui pertama kali terdeteksi di Jepang dari kedatangan sekelompok pelancong Brasil pada Januari 2021. P.1 secara substansial lebih menular daripada varian virus ainnya.

Untuk mutasi, varian P.1 memiliki mutasi protein lonjakan N501Y, E484K dan K417N serta banyak mutasi lainnya. Walau sifatnya lebih menulai, belum ada bukti varian ini menyebabkan penyakit infeksi Covid-19 yang lebih parah.

4. Strain India

Berbeda dengan strain virus lain, varian India atau B.1.617 memiliki beberapa mutasi yang berpotensi penting lainnya, contohnya L452R. Varian virus dari India ini dikatakan memiliki lebih dari selusin mutasi, termasuk beberapa yang diketahui meningkatkan penularan dan membantu virus menghindari sistem kekebalan tubuh.

Mutasi inilah yang disebutkan jadi kemungkinan penyebab mengapa strain ini lebih mudah ditularkan. Tom Wenseleers, ahli biologi evolusi di Universitas Leuven di Belgia menemukan faktanya kasus infeksi Covid-19 akibat B.1.617 meningkat lebih cepat daripada kasus varian Inggris, B.1.1.7 baik di India atau pun Inggris sendiri.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini