Masih Nekat Mudik, Coba Pikirkan Dampak Kesehatannya

Wilda Fajriah, Jurnalis · Minggu 09 Mei 2021 18:00 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 09 481 2408053 masih-nekat-mudik-coba-pikirkan-dampak-kesehatannya-YToBjPGOSw.jpg Ilustrasi (Foto : Okezone)

Mudik adalah salah satu tradisi di Indonesia yang dilakukan jelang Lebaran. Pasalnya, mereka para perantau tidak bertemu sanak saudara di hari-hari biasa, sehingga mereka memanfaatkan momen lebaran sebagai ajang silaturahmi dengan keluarga.

Akan tetapi, ini merupakan tahun kedua dimana kasus Covid-19 belum juga hilang dari Indonesia. Kendati demikian, pemerintah pun mengeluarkan larangan mudik yang efektif per tanggal 6 Mei 2021 kemarin. Aturan ini diterapkan hingga 17 Mei mendatang.

Dengan berlakunya aturan tersebut maka per hari ini seluruh perjalanan ke luar daerah akan dilarang, dengan pengecualian beberapa keperluan non mudik yang telah diatur dalam Peraturan Menhub No. 13 Tahun 2021.

Mudik

Dalam masa larangan mudik, keberangkatan keluar kota masih diizinkan. Namun hanya untuk orang dalam keperluan khusus dan kendaraan tertentu sesuai SE Satgas Covid-19 nomor 13 tahun 2021.

Baca Juga : Aura Seksi Vicky Zainal Berbalut Bikini, Netizen: Gak Ada Obatnya Ini Sih

Akan tetapi, banyak masyarakat yang telah lebih dulu mudik sebelum larangan tersebut ditetapkan. Beberapa dari mereka merasa bahwa tahun kemarin sudah tidak mudik, sehingga tidak mungkin jika tahun ini tidak mudik lagi.

Dampak kesehatan bagi mereka yang nekat mudik

Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Doni Monardo mengatakan, meski mereka yang mudik mengaku telah melakukan protokol kesehatan, potensi lonjakan Covid-19 diperkirakan tinggi setelah masa lebaran.

Dalam diskusi yang digelar Rabu (05/05) kemarin, Doni, memberi contoh kenaikan angka kasus kematian setelah masa liburan, yakni mencapai lebih dari 205 kasus per hari di awal Januari lalu.

"Kelompok yang paling rentan adalah lansia. Apalagi yang usianya di atas 60 tahun dan punya komorbid. Persentase kematian yang terpapar Covid, lantas meninggal dunia, sebanyak 85% berusia di atas 47 tahun," kata Doni.

Dampak bagi mereka yang belum divaksinasi

Terlebih bagi mereka yang belum divaksinasi, respon kekebalan tubuh pun akan berbeda dengan orang yang sudah divaksinasi. Pakar epidemiologi dari Griffith University, Australia mengatakan banyak dari mereka yang belum divaksin.

Sehingga ia melihat ada potensi ledakan kasus dengan orang-orang di atas 50 tahun sebagai kelompok paling berisiko menderita sakit parah lalu mengalami kematian.

Pasien

"Hal itu bisa terjadi salah satunya karena sejumlah varian baru virus corona yang sudah ditemukan di Indonesia," katanya.

Sehingga, potensi penularan Covid-19 tetap ada. Terutama bagi mereka yang memiliki keluarga lansia. Si pemudik bisa saja membawa Covid-19 dari kota asal, si pemudik juga bisa tertular di kampung halamannya.

Jika ia kembali ke kota asal, tentu hal ini bisa menyebabkan kluster baru yang tentunya menambah kasus Covid-19. Dengan demikian, angka kasus Covid-19 masih terus akan bertambah.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini