Kisah Pemuda Batak Merantau ke Jawa demi Gelar Doktor

Helmi Ade Saputra, Jurnalis · Minggu 09 Mei 2021 19:09 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 09 612 2408090 kisah-pemuda-batak-merantau-ke-jawa-demi-gelar-doktor-kxKLYsp7jS.jpg Suhendra Pakpahan. (Foto: Instagram)

PRIA asal Medan Suhendra Pakpahan namanya tak asing di kalangan para doktor. Karena kegigihannya, Pria asal Desa Sirisirisi, Doloksanggul, Medan, Sumatera Utara rela ke Pulau Jawa demi meraih cita-citanya.

Hendra awalnya menuntut ilmu untuk S1 di Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara. Setelah itu, ia melanjutkan kesibukannya dengan bekerja di sebuah perusahaan.

Karena rasa ingin tahunya yang tinggi dan masih haus akan ilmu, Hendra kemudian melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi melalui program beasiswa.

Sempat merasa bingung dan pasrah, Hendra memutuskan untuk tetap menunggu hasil tersebut hingga akhirnya dinyatakan lolos. Ya, ia menjadi mahasiswa Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta.

 

Bahkan pria kelahiran 1988 ini sangat menginginkan kuliah di Yogyakarta. Bersyukur, tiga bulan lamanya ia menanti dan dinyatakan lolos.

"Pada awalnya cukup berat, tapi setelahnya menjadi lebih banyak mengetahui mengenai dunia luar serta berkolaborasi dengan pendidikan luar," ujar Hendra lewat keterangan Beasiswa Pendidikan Magister menuju Doktor untuk Sarjana Unggul.

Menurutnya, selain pengalaman yang menarik, tantangan pun juga dilaluinya. Salah satunya atmosfer yang baru yaitu, budaya dengan daerah asalnya dengan budaya di Yogyakarta sangat berbeda terutama dalam berkomunikasi.

Selain itu juga Yogyakarta merupakan kota pelajar, sehingga lingkungan pertemanan di sana sangat luas. Hal tersebut memberikan kesan tersendiri selama kuliah di sana. 

Tak cukup di situ, ia juga menjadi satu-satunya mahasiswa UGM yang mengikuti seleksi proposal penelitian ke Jerman selama satu tahun. Ia lolos karena membuat 6 jurnal kala itu.

Saat ini Hendra bergabung dengan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) pada bagian Pusat Penelitian Biologi khususnya di bidang ilmu hewan. Ia tergabung dalam dua kelompok penelitian terutama untuk karakterisasi satwa sawah terancam punah.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini