Olahraga Hanya saat Akhir Pekan? Dokter: Berbahaya, Risiko Serangan Jantung!

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Senin 10 Mei 2021 15:26 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 10 481 2408409 olahraga-hanya-saat-akhir-pekan-dokter-berbahaya-risiko-serangan-jantung-0aGzwggqTW.jpg Ilustrasi (Foto : Timesofindia)

Apakah Anda termasuk orang yang olahraga hanya ketika akhir pekan? Istilah untuk hal ini biasa dikenal dengan nama 'Weekend Warrior' dan ternyata itu berbahaya untuk kesehatan.

Menurut Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Heartology Cardiovascular Center dr Ario Soeryo Kuncoro, SpJP, para 'weekend warrior' itu berisiko mengalami masalah kesehatan, termasuk serangan jantung.

"Aktivitas 'weekend warrior' itu membahayakan, salah satu risikonya bisa mengalami serangan jantung pada saat olahraga karena menggunakan konsep push tubuh hanya saat Sabtu dan Minggu," katanya dalam webinar Kesehatan, belum lama ini.

Olahraga

Ia menerangkan lebih lanjut, weekend warrior itu bahaya karena jantung tidak terlatih dan dipaksa untuk menangani kondisi berat secara mendadak. Beda dengan mereka yang secara konstan berolahraga seminggu 3 samai 4 kali.

Baca Juga : Sering Keringat Dingin Usai Berolahraga? Waspada Penyakit Jantung!

Karena itu, dr Ario sangat menyarankan masyarakat untuk berolahraga tidak hanya saat weekend, tetapi usahakan lakukan aktivitas fisik 3 sampai 4 kali dalam seminggu dengan durasi sekitar 30 hingga 40 menit intensitas sedang.

"Kenapa durasinya 30 hingga 40 menit? Karena dengan waktu tersebut diharapkan sudah terdapat efek baik pada organ di tubuh kita dari olahraga yang sudah kita lakukan. Kalau 10 menit, ya, belum tercapai efek yang diharapkan," ungkapnya.

Usahakan juga terjadi peningkatan level olahraga supaya efek baiknya lebih bisa dirasakan. Jadi, misalnya jogging di awal 2km, usahakan di jogging berikutnya naik 500 meter atau per minggunya naik 1km.

"Tapi, perlu diperhatikan bahwa kenaikan level intensitas ini harus disikapi bijaksana, artinya jika tubuh Anda tidak mampu naik level secara cepat, maka jangan dipaksakan. Sebab, malah akan berisiko keparahan. Jadi, sebaiknya naik levelnya kembali ke kemampuan yang Anda sanggupi," tambah dr Ario.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini