Sapri Pantun Meninggal karena Gula Darah Tinggi, Kenali Risiko Lain Diabetes

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Senin 10 Mei 2021 19:26 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 10 481 2408627 sapri-pantun-meninggal-karena-gula-darah-tinggi-kenali-risiko-lain-diabetes-MISNlPj8J6.jpg Sapri Pantun. (Foto: Instagram)

KABAR duka datang dari dunia komedi Indonesia, lantaran Komedian Sapri Pantun baru saja mengembuskan napas terakhir. Sebagaimana diberitakan, Sapri Pantun belakangan sedang dirawat di rumah sakit akibat gula darah tinggi.

Adapun kabar duka meninggalnya Sapri Pantun tersebut, disampaikan manajer Sapri, Dolly lewat status WhatsAppnya. "Innalillahi wa innailihi rajiun. Sapri bin Ahli," bunyi tulisan yang diunggah Dolly.

Kabarnya, jenazah Sapri Pantun langsung dibawa ke rumah duka di kawasan Cipulir, Jakarta. Penyakit gula darah tinggi memang rentan mengalami diabetes jika disepelekan sejak awal, maka diabetes bisa menimbulkan komplikasi yang lebih luas.

Sapri Pantun

Pasien yang memiliki riwayat diabetes memang membutuhkan penanganan kompleks. Di mana mulai dari tahap promotif, preventif, diagnosa, terapi atau kuratif hingga pada tindakan rehabilitatif. Semua itu kini telah terpenuhi dalam Pusat Layanan Diabetes Terintegrasi.

"Bagi pasien diabetes, pemeriksaan gula darah saja tidak cukup. Kesehatan jantung, pembuluh darah, mata, ginjal, dan saraf juga harus diperhatikan karena jika tidak terkontrol maka akan menimbulkan komplikasi," terang Chairman Diabetes Connection Care Eka Hospital BSD, Sidartawan Soegondo.

Di tambah lagi, di masa pandemi pengidap diabetes kian sulit ditangani jika terpapar Covid-19.

Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Imbar Umar Ghazali, menerangkan, banyak pasien Covid yang meninggal dunia akibat memiliki komorbid diabetes dan hipertensi.

Pasalnya, imunitas pada penderita diabetes dan hipertensi tidak bisa ditingkatkan dengan cepat. "Yang jelas imunitas penderita diabetes dan hipertensi itu tidak bisa ditingkatkan dengan cepat," katanya.

Dijelaskan Imbar, penanganan pasien Covid harus menggunakan ruangan isolasi bertekanan negatif. Termasuk mereka yang memiliki komorbid diabetes. Lalu apabila saturasinya turun dari 95, maka bersiap diisolasi ditangani di ruangan Hight Care Unit (HCU). Berikutnya apabila saturasi turun lagi dari 80, maka dipindah ke ruangan Intensive Care Unit (ICU).

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini