Waspada, Menguap Berlebihan Bisa Termasuk Gejala Serangan Jantung

Diana Rafikasari, Jurnalis · Selasa 11 Mei 2021 04:04 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 10 481 2408691 waspada-menguap-berlebihan-bisa-termasuk-gejala-serangan-jantung-hiirGXIeXx.jpg Ilustrasi menguap. (Foto: Sammy Williams/Pixabay)

MENGUAP berlebihan ternyata bisa diidentifikasi sebagai gejala serangan jantung. Jika seseorang mengalami peningkatan menguap yang tidak dapat dijelaskan oleh kurang tidur atau penyebab lainnya, itu bisa menjadi gejala masalah kesehatan yang lebih serius.

Sebagaimana dilaporkan laman Express, masalah medis paling umum terkait peningkatan menguap adalah kurang tidur, insomnia, sleep apnea, narkolepsi, dan banyak obat yang menyebabkan kantuk.

Baca juga: Penderita Hipertensi Tak Mau Pasang Ring Jantung? Terapkan Diet DASH Deh 

Ada beberapa penyakit medis lain yang menyebabkan menguap, termasuk pendarahan di sekitar jantung, tumor otak, multiple sclerosis, stroke, atau bahkan serangan jantung. Tapi beberapa penelitian menunjukkan bahwa menguap membantu meningkatkan oksigenasi darah dan pendinginan otak.

Ilustrasi serangan jantung. (Foto: Shutterstock)

Pakar kesehatan telah memperingatkan bahwa mereka yang menguap saat berolahraga, terutama di hari yang panas, bisa jadi berisiko terkena serangan jantung. Ini karena mekanisme pendinginan yang ada di dalam tubuh menunjukkan tidak berfungsi sebagaimana mestinya dan dapat menandakan adanya masalah dengan jantung.

Baca juga: 4 Cara Sederhana Jaga Kesehatan Jantung, Yuk Lakukan Sejak Muda 

Kurangi risiko serangan jantung dengan menghindari konsumsi makanan tidak sehat yang tinggi lemak. Diet tinggi lemak akan memperburuk pengerasan arteri dan meningkatkan risiko serangan jantung.

Sebaliknya, seseorang harus mengikuti diet mediterania yang tinggi lemak tak jenuh. Pola makan ala mediterania terdiri dari makan lebih banyak roti, buah, sayuran dan ikan, dan lebih sedikit daging.

(han)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini