Pejabat dan Artis China Ramai-Ramai Boikot H&M, Burberry, Nike dan Adidas

Antara, Jurnalis · Senin 10 Mei 2021 15:52 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 10 612 2408507 pejabat-dan-artis-china-ramai-ramai-boikot-h-m-burberry-nike-dan-adidas-leXOk69X73.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

Dalam banyak kasus, janji-janji itu sudah lama dibuat. Salah satu brand barat yang membuat komitmen itu pada tahun lalu adalah H&M.

Namun kemarahan yang terlambat di antara konsumen China tentang boikot ini rupanya dipicu oleh artikel di media pemerintah, saat Beijing menjatuhkan sanksi kepada politisi dan peneliti Eropa -termasuk Inggris- atas apa yang disebutnya "kebohongan dan disinformasi" tentang Xinjiang.

Beberapa merek termasuk Muji dan Fila menanggapi boikot tersebut dengan menggarisbawahi komitmen mereka untuk menggunakan kapas dari Xinjiang, pengingat akan pentingnya China sebagai salah satu pasar mode terbesar dan dengan pertumbuhan tercepat di dunia.

Fashion

Perusahaan fesyen Jerman Hugo Boss, yang sempat terkenal karena penganiayaan terhadap pekerja paksa selama perang dunia kedua ketika memasok seragam Nazi, melakukan upaya yang dinilai ceroboh untuk menenangkan pelanggan di China dan kritikus pertanian kapas Xinjiang.

Hugo Boss mengunggah pesan di media sosial China yang berjanji untuk "terus membeli dan mendukung kapas Xinjiang". Namun media lokal melaporkan, bahwa ada pernyataan bahasa Inggris di situs perusahaa fesyen itu yang mengatakan "HUGO BOSS belum membeli barang apa pun yang berasal dari wilayah Xinjiang dari pemasok langsung".

Burberry, seperti banyak brand lainnya yang menghadapi reaksi keras di China, adalah anggota dari Better Cotton Initiative, sebuah kelompok yang mempromosikan produksi kapas yang berkelanjutan dan mengatakan pada Oktober 2020 bahwa pihaknya menangguhkan persetujuannya atas kapas yang bersumber dari Xinjiang, dengan alasan masalah hak asasi manusia.

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini