Tewas Usai Terima Vaksin, Benarkah AstraZeneca Kedaluwarsa?

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Selasa 11 Mei 2021 14:38 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 11 612 2409052 tewas-usai-terima-vaksin-benarkah-astrazeneca-kedaluwarsa-m45z1x1eEs.jpg Ilustrasi Vaksin Covid-19. (Foto: Freepik)

VAKSIN AstraZeneca memang dikabarkan memiliki beberapa efek samping yang cukup serius. Banyak negara pun memutuskan untuk menunda penggunaan vaksin AstraZeneca karena adanya beberapa laporan efek samping yang tidak biasa.

Salah satu efek samping yang diklaim terjadi ketika memakai vaksin AstraZeneca adalah pembekuan darah. Meski begitu, penelitian lebih lanjut menyebut tidak ada efek samping pembekuan darah dalam beberapa sample yang telah diuji coba. Oleh karena itu, pemerintah Indonesia pun memutuskan untuk menggunakan vaksin vaksin asal Inggris tersebut.

Tapi, belakangan seorang pemuda asal Jakarta dilaporkan meninggal dunia setelah menerima vaksin AstraZeneca. Tentunya kabar ini mengejutkan dan membuat panik masyarakat yang bakal disuntik.

Berdasarkan informasi yang diterima, pemuda bernama Trio Fauqi Virdaus meninggal pada Kamis 6 Mei 2021 sehari setelah menerima vaksin AstraZeneca. Kepada orangtuanya Trio mengatakan merasa tidak enak badan sebelum mengalami demam tinggi dan nyeri pada bagian kepala yang tidak tertahankan.

Sebagaimana diketahui, vaksin AstraZeneca memang menuai kontroversi sejak beberapa waktu lalu. Beberapa negara bahkan menunda penggunaan vaksin buatan Inggris ini karena disebut memicu pembekuan darah. Di Indonesia sendiri, beberapa waktu lalu, Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin sempat terkejut dengan masa kadaluwarsa vaksin yang habis pada Mei 2021.

Menurut Dokter Relawan Covid-19 sekaligus Influencer Kesehatan, dr. Muhamad Fajri Adda’I mengatakan terminologi selain expired pada vaksin yakni stability. Sebab vaksin memiliki banyak komponennya dan semuanya harus dalam kondisi stabil.

“Sehingga harus berada dalam suhu tertentu supaya zat aktif di dalamnya tetap bermanfaat dalam tubuh. Kesimpulannya stability index ini tergantung dari masing-masing vaksin. Tidak ada yang tahu, kecuali yang memiliki dan meneliti vaksin,” terang dr. Fajri, kepada MNC Portal Indonesia.

Lebih lanjut, perusahaan yang memproduksi vaksin biasanya akan memperpanjang usia vaksin dalam kurun waktu tiga bulan, sambil memperhatikan kualitas vaksin. Sebab vaksin Covid-19 adalah barang yang baru.

“Sejauh ini diketahui AstraZeneca bertahan selama 6 bulan dalam penyimpanan yang baik dengan suhu standar yakni 2-8 derajat. Jika vaksin tersebut expired pada Mei, maka mungkin vaksin tersebut diproduksi pada Desember 2020. Ini adalah hal yang biasa saja,” tuntasnya.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini