Waspada Penyakit Pasca-Ramadan, Penyebabnya karena WFH

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Rabu 12 Mei 2021 17:36 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 12 612 2409517 waspada-penyakit-pasca-ramadan-penyebabnya-karena-wfh-6dBSxr5Mgs.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

PANDEMI memaksa kita berada di rumah saja, dan tidak mudik pada saat Lebaran ini. Akibatnya, banyak yang stay at home dan tidak banyak bergerak, karena tidak ada acara berkunjung selama masa pandemi global ini.

Ketika tidak bisa ke mana-mana, maka makan dan mengemil menjadi kompensasi yang bisa dilakukan sebagian besar masyarakat pasca-puasa Ramadan. Tak ayal, setelah puasa Ramadan berakhir terjadi gangguan kesehatan bahkan sampai mengalami kecacatan dan kematian.

Akademisi dan Praktis klinis, Ari Fahrial Syam, menjelaskan berbagai penyakit kronik umumnya cenderung akan mengalami kekambuhan setelah lebaran. Apalagi bagi mereka yang bekerja dari rumah alias Work From Home (WFH), pastinya memilih untuk menyotok makanan dan minuman praktis di kulkasnya.

Tentunya bisa saja makanan-minuman ini juga dikonsumsi oleh seseorang yang sudah mempunyai penyakit kronik, penyakitnya dapat mengalami kekambuhan.

"Pasien dengan penyakit kencing manis akan cenderung gula darahnya menjadi tidak terkontrol. Pasien dengan penyakit darah tinggi tekanan darahnya menjadi tidak terkontrol," kata dia dalam keterangan tertulisnya.

"Pasien dengan hiperkolesterol atau asam urat tinggi maka keadaan kolesterol dan asam urat tingginya menjadi bertambah parah," tambah dia.

Sementara bagi mereka yang sudah obesitas, dan jika saat berpuasa sudah mengalami penurunan berat badan, maka semua akan hilang sehabis Lebaran, dan berat badannya cenderung kembali seperti sebelum puasa, bahkan akan bertambah melonjak.

"Musti selalu diingat pasien covid dengan penyakit penyerta termasuk obesitas akan mempunyai prognosis buruk dan mendapat komplikasi jika terinfeksi covid-19. Oleh karena berat badan yang sudah turun ini harus dipertahankan," katanya.

Selain itu, mereka yang maag yang sudah sembuh akan kembali kambuh karena makan tidak teratur dan mengonsumsi makanan yang berlemak, coklat dan keju berlebihan serta makan yang asam dan pedas. "Karena itu masyarakat harus selalu waspada dan tetap melakukan upaya pencegahan terhadap penyakit seputar lebaran," tutup Ari.



1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini