Tak Perlu Cek Antibodi Jika Sudah 2 Kali Vaksin

Pradita Ananda, Jurnalis · Rabu 12 Mei 2021 18:49 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 12 612 2409611 tak-perlu-cek-antibodi-jika-sudah-2-kali-vaksin-WkjB7bv4XM.jpeg Vaksin Covid-19. (Foto: Freepik)

DATA hasil kajian cepat dari Litbangkes Kementerian Kesehatan RI menyatakan vaksin Sinovac sangat efektif untuk mencegah kematian karena Covid-19.Data tersebut, diperoleh dari hasil observasi tenaga medis yang menerima vaksin Covid-19.

Berdasarkan data, dua kali dosis vaksin mampu mencegah hingga 94 persen terkena Covid-19 dari hari ke-28 hingga ke-63. Selain itu, vaksin juga efektif dalam mencegah hingga 96 persen perawatan di rumah sakit akibat infeksi Covid-19, dan mencegah sampai 98 persen kematian karena Covid-19.

Mengacu pada hasil kajian cepat tersebut, Juru Bicara Vaksinasi Covid-19, dr.Siti Nadia Tarmizi mengatakan bahwa sebetulnya orang yang sudah menerima vaksin tak perlu melakukan pemeriksaan antibodi.

“Kajian ini membuktikan kita enggak perlu kok cek antibodi. Dari sini kita bisa melihat hasilnya pada kelompok tenaga kesehatan yang risiko tertularnya tinggi, bahwa pemeriksaan antibodi tidak menunjukkan level proteksi itu rendah atau tinggi," ujar dr.Siti Nadia Tarmizi dalam konferensi pers virtual, Rabu (12/5/2021).

"Bisa dilihat secara umum level proteksi dari vaksin sudah kita dapatkan, bahkan capai 94 persen sisanya hanya 6 persen risiko kita bisa jadi sakit,” tambah dia.

Siti Nadia menegaskan, secara standarisasi internasional pemeriksaan antibodi pasca-vaksinasi belum direkomendasikan oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO).

“Mengukur antibodi itu maksudnya beda ya sama ukur antibodi yang di masyarakat. Pengukuran antibodi itu beda, lagipula dilakukan pasca vaksinasi itu belum jadi rekomendasi WHO. Belum ada kesepakatan untuk cut of point berapa angka antibodi yang memberikan proteksi,” tegas dr.Siti Nadia.

Sejauh ini dari program vaksinasi nasional yang sudah berjalan, diketahui sudah sebanyak 22,5 juta dosis vaksin Covid-19 yang diberikan pemerintah pusat melalui Kemenkes, meski baru sebanyak 8,8 juta orang yang sudah menerima vaksin dosis lengkap atau dua kali suntik.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini