Kenali Gejala Infeksi Jamur Hitam yang Serang Penderita Covid-19

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Sabtu 15 Mei 2021 14:30 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 15 481 2410466 kenali-gejala-infeksi-jamur-hitam-yang-serang-penderita-covid-19-W7KvixSFWm.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

GUNA mengobati para pasien yang menderita Covid-19, banyak masyarakat India yang kemudian mengonsumsi steroid. Sayangnya, mengonsumsi steroid secara lama malah membuat India mendapatkan kasus baru, yakni jamur hitam.

Infeksi jamur hitam atau mucormycosis menyerang pasien Covid-19 di tengah gelombang kedua virus corona di India yang terus mengkhawatirkan. Meski demikian, pemerintah India sampai saat ini belum menetapkan penyakit mucormycosis sebagai wabah.

Monalisa Sahu, dokter penyakit infeksi di Hyderabad-based Yashoda Hospitals, mengatakan bahwa penyakit jamur hitam ini dapat muncul paling cepat delapan hingga 10 hari setelah seseorang terdeteksi Covid-19. Bahkan, beberapa pasien melaporkan infeksi jamur hitam di tubuhnya hingga 60 hari setelahnya.

Covid-19

Dikutip dari Quartz India, menurut Sahu, infeksi jamur hitam tak jauh berbeda dengan infeksi sinusitis biasa. Ada kekhasan dari penyakit ini khususnya penyakit rhino-orbito-cerebral mucormycosis pada daerah hidung, mata, dan tenggorokan, yaitu hidung tersumbat, keluarnya cairan hidung kehitaman atau berdarah, nyeri wajah, mati rasa, atau bengkak sakit kepala atau nyeri di mata.

Selain itu, para penderita juga mengalami sakit gigi, gigi copot dengan sendirinya, penglihatan kabur, sensasi kesemutan di wajah, demam, dan lesi kulit kehitaman.

Ada juga pasien jamur hitam yang memperlihatkan gejalanya di paru-paru dengan ciri-ciri demam, batuk, nyeri dada, ada darah dalam dahak setelah batuk, gejala pernapasan yang memburuk.

"Dokter menganjurkan karena mucormycosis adalah infeksi agresif dan dapat menyebar ke tubuh seseorang dengan cepat, pasien dengan gejala ini harus segera mencari pertolongan medis," ungkap laporan tersebut.

"Kalau pasien Covid-19 sudah mengalami satu gejala di atas, maka segera hubungi dokter karena keadaan tersebut sudah tergolong dalam keadaan darurat medis," tegas Sahu.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini