Berkat Pandemi, Artis China dan Korea Jadi Brand Ambassador Rumah Mode Terkenal

Pradita Ananda, Jurnalis · Senin 17 Mei 2021 19:38 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 17 194 2411363 berkat-pandemi-artis-china-dan-korea-jadi-brand-ambassador-rumah-mode-terkenal-inJ8MIFKBw.jpg BLACKPINK. (Foto: Instagram)

RUMAH Mode seperti Celine, Dior, Chanel dan Yves Saint Lauren memang sekarang memilih artis korea sebagai brand ambassador mereka. Sebut saja Lisa, Jisoo, Jennie, dan Rose dari BLACKPINK dan juga personel BTS, sebagai global brand ambassadornya.

Selain mereka, ada juga sederet nama terkenal lainnya seperti Kai EXO yang ditunjuk sebagai wajah global dari GUCCI, diikuti oleh Prada yang menunjuk rapper utama EXO, Chanyeol dan leader Red Velvet, Irene sebagai pasangan global brand ambassador terbarunya.

Selain itu, girl group pendatang baru asuhan SM Entertainment, Aespa yang belum satu tahun debut langsung didapuk menjadi brand ambassador untuk Givenchy.

Dominasi selebriti Asia di ranah industri rumah mode mewah dunia, tak hanya dihiasi oleh para bintang K-Pop tapi juga selebriti ternama di China. Contohnya, ada Armani Beauty yang memilih aktor dan penyanyi tenar Cina, Jackson Yee sebagai wajah terbaru lini makeup dan skincarenya.

BTS

Lantas, kenapa kini banyak bermunculan brand ambassador asal Asia, setelah sebelumnya brand ambassador dipenuhi wajah-wajah dari hollywood. Hal ini, tidak terlepas dari tingginya pangsa pasar Asia yang semakin meningkat.

Dijelaskan Rocky Chi, luxury expert dari Melody Communications, London. Nyatanya konsumen brand kelas atas dari China, memang sangat berpengaruh besar. Akibatnya, larang pergi di tengah pandemi Covid-19 ini cukup memukul brand-brand besar.

"Demografi pembelian barang mewah terbesar di Eropa adalah konsumen dari China, yang biasa melakukan perjalanan ke Eropa dan membeli langsung dari butik offline rumah mode tersebut," jelasnya seperti dikutip South China Morning Post.

"Penjualan anjlok karena pandemi, para rumah mode ini penjualan harus menghadapi kenyataan bahwa proporsi pelanggan terbesar mereka memang berasal dari Asia,” tambah Rocky.

Senada dengan pernyataan Rocky, Charlie Gu, pakar pemasaran yang berbasis di China dan Amerika menyebutkan kontribusi yang diberikan oleh pelanggan di Asia kepada rumah mode dunia ini tak main-main.

“Asia, khususnya kawasan China telah memberikan kontribusi penting bagi keuntungan merek-merek mewah selama pandemi Covid-19. Jadi, tak heran jika brand mewah tersebut mendapuk selebriti Asia ke status global ambassador untuk mendorong suasana festive di lingkup kawasan ini, dengan harapan dapat meningkatkan penjualan,” tambah Charlie.

Secara popularitas, beberapa selebritis Asia ini memang belum dikenal luas di Barat. Tapi hal ini tak jadi masalah bagi rumah mode dunia. Dengan meningkatnya popularitas rutinitas kecantikan ala Korea, dan dominasi pelanggan China di dunia barang-barang mewah, wajar saja jika high brands memilih lebih fokus pada apa yang diinginkan klien.

“Daya tarik global akan K-pop dan semakin dikenalnya talenta Asia di Hollywood mungkin juga berkontribusi pada fenomena baru ini. Mengingat bahwa selebritas Asia ini cenderung menarik pemirsa muda, dengan menunjuk mereka sebagai global brand ambassador juga bisa bantu menjembatani kesenjangan usia dalam pengeluaran barang mewah," pungkas Charlie Gu.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini