Komika Arafah Rianti Positif Covid-19 dengan Gejala Anosmia, Apa Itu?

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Senin 17 Mei 2021 08:38 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 17 481 2410990 komika-arafah-rianti-positif-covid-19-dengan-gejala-anosmia-apa-itu-5g6oYij3KG.jpg Komika Arafah Rianti. (Foto: Instagram @arafahrianti)

KOMIKA Arafah Rianti mesti menghabiskan malam takbiran hingga hari Lebaran di Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta Pusat. Itu karena dirinya dinyatakan positif covid-19.

Arafah Rianti positif covid-19 sejak H-4 Idul Fitri 1442 Hijriah. Tidak ada gejala khas yang dia rasakan di awal penyakitnya. Namun seiring berjalannya waktu, penyakit itu menunjukkan gejalanya, salah satunya adalah anosmia.

Baca juga: Positif Covid-19, Arafah Rianti dan Fatin Shidqia Lebaran di Wisma Atlet 

"Gejala yang aku rasain itu tenggorokan sakit, terus aku pusing maunya tidur terus seharian. Kemudian kemampuan penciuman aku juga hilang, jadi enggak bisa nyium bau apa-apa," cerita Arafah.

Komika Arafah Rianti dan penyanyi Fatin Shidqia Lubis positif covid-19. (Foto: Instagram @arafahrianti)

Ya, penciuman hilang adalah bagian dari gejala covid-19 yang sudah ditetapkan Badan Kesehatan Dunia (WHO). Menurut studi yang dipublikasikan di Jurnal Biomedik Univeristas Sam Ratulangi, gejala anosmia pada pasien covid-19 rata-rata terjadi onset 7 hari.

"Gejala dapat muncul tepat sebelum, bersamaan, atau segera setelah timbulnya gejala yang biasa dengan rerata pemulihan 14 hari," terang laporan ilmiah tersebut.

Baca juga: Positif Covid-19, Arafah Rianti Rasakan Tenggorokan Sakit dan Anosmia 

Dijelaskan juga bahwa kebanyakan pasien covid-19 yang mengalami anosmia tidak merasakan hidung tersumbat atau rinorea.

Terkait mekanisme gangguan penciuman oleh pasien covid-19, hipotesis menjelaskan bahwa SARS-CoV2 akan menyebabkan perubahan penciuman melalui akses langsung dan kerusakan pada SSP melalui penembusannya oleh pelat kribriform. Hipotesis lain adalah kerusakan virus langsung pada sel penciuman dan reseptor rasa.

Gejala anosmia tentu saja kehilangan kemampuan hidung untuk mencium bau apa pun itu, termasuk parfum yang harum ataupun bau tidak sedap seperti bau busuk dan bau amis. Menurut informasi RS Mitra Plumbon, gejala ini muncul 2 hingga 14 hari setelah tubuh terpapar covid-19.

"Jika pasien covid-19 mengalami anosmia, biasanya disertai dengan dysgeusia atau gangguan indera pengecap, seperti mulut terasa asam, pahit, asin, atau terasa seperti logam. Saat mengalami dysgeusia, penderita covid-19 bisa kehilangan nafsu makan, bahkan penurunan berat badan. Makin parah anosmia yang terjadi, makin buruk pula gangguan pada indera pengecapnya," terang laporan rumah sakit tersebut.

Baca juga: Kini Isolasi di Wisma Atlet, Arafah Ungkap Kronologi Terpapar Covid-19 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini