Vaksin Sinovac 96% Efektif Cegah Perawatan Akibat Covid-19

Siska Permata Sari, Jurnalis · Senin 17 Mei 2021 13:16 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 17 481 2411122 vaksin-sinovac-96-efektif-cegah-perawatan-akibat-covid-19-wbp4BNuBah.jpg Ilustrasi Vaksin Sinovac. (Foto: Okezone)

SELAIN menggalakkan protokol kesehatan, pemerintah juga telah menggelar penyuntikan Vaksin Sinovac dan beberapa merek lainnya secara nasional. Ini sebagai bentuk upaya mengakhiri pandemi covid-19 di Indonesia yang sudah berlangsung selama 1 tahun.

Salah satunya adalah vaksin covid-19 yang diproduksi Sinovac Biotech Ltd. Vaksin Sinovac telah disuntikkan kepada ribuan tenaga kesehatan di Tanah Air. Lantas, apa hasilnya?

Baca juga: Dua Dosis Vaksin Sinovac Mampu Cegah Penularan Covid-19 hingga 94% 

Berdasarkan kajian cepat yang dilakukan Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) terhadap 128.290 responden tenaga kesehatan, Vaksinasi Sinovac dosis lengkap dapat melindungi paparan covid-19 hingga di atas 90 persen.

"Orang yang telah diberikan Vaksinasi Sinovac dosis lengkap (dua dosis) mampu mengurangi risiko hingga 94 persen covid-19 bergejala pada hari ke-28 hingga 63 hari setelah penyuntikan dosis kedua," tulis unggahan terbaru akun Instagram Kementerian Kesehatan @kemenkes_ri, Minggu 16 Mei 2021.

Vaksinasi covid-19. (Foto: Okezone)

Sementara itu berdasarkan penelitian tersebut diketahui bahwa orang yang diberikan Vaksin Sinovac dosis pertama hanya mampu mencegah 13 persen tertular covid-19 bergejala.

"Vaksinasi Sinovac pemberian dosis kedua bisa mencegah hingga 96 persen perawatan karena covid-19 serta mencegah 98 persen kematian karena covid-19," tulis akun tersebut.

Baca juga: Vaksin Sinovac Terbukti Cegah Kematian hingga 98% 

Meski demikian, orang yang telah mendapatkan Vaksin Sinovac hingga dosis kedua disarankan tetap menjaga protokol kesehatan. Mulai dari mengenakan masker, menjaga jarak, hingga mencuci tangan. Sebab meski efektivitasnya tinggi, risiko terpapar virus corona tersebut masih ada.

"Meski memiliki efektivitas yang tinggi, kita masih berpotensi terpapar covid-19 manakala protokol kesehatan 3M yakni memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan pakai sabun tidak dilaksanakan dengan baik," paparnya.

Saran serupa juga diungkapkan pengamat kesehatan sekaligus dokter relawan covid-19 Muhammad Fajri Adda'i. Dia mengatakan, protokol kesehatan harus tetap diterapkan meski sudah mendapatkan vaksinasi covid-19.

Baca juga: Ampuhkah Vaksin Sinovac dan AstraZeneca Lawan Varian Baru Covid-19? 

"Jadi, harus menjaga protokol kesehatan usai divaksin, tetap sama seperti belum divaksin, jangan lengah," kata dr Fajri saat dihubungi MNC Portal belum lama ini.

"Jangan lengah, karena virusnya enggak lengah. Virus bahkan memanfaatkan kelengahan kita," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini