Viral Wanita Ngamuk Akibat Dipaksa Putar Balik, Ini Pandangan Psikolog

Siska Permata Sari, Jurnalis · Senin 17 Mei 2021 11:44 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 17 612 2411071 viral-wanita-ngamuk-akibat-dipaksa-putar-balik-ini-pandangan-psikolog-v6sX3WED2O.jpg Viral wanita mengamuk di Pos Penyekatan Anyer. (Foto: Instagram)

BEREDAR video viral seorang wanita berbaju kuning mengamuk di Pos Penyekatan Anyer, Banten. Ia tidak terima mobilnya diperintahkan putar balik karena adanya pembatasan perjalanan untuk mencegah bertambahnya kasus covid-19.

Wanita itu melontarkan kalimat kasar kepada petugas kepolisian. Hal tersebut terjadi setelah mobil yang ditumpanginya diminta putar balik. Aksi wanita itu pun viral dan menuai ragam kecaman netizen.

Baca juga: Viral Seorang Wanita Mengamuk Gegara Dipaksa Putar Balik 

Psikolog klinis Meity Arianty turut menanggapi fenomena ini. Dia mengatakan, perilaku masyarakat yang seperti itu bisa disebabkan berbagai hal.

Di antaranya, pelaku memiliki sikap negatif terhadap hukum lalu lintas dan terhadap polantas, sikap kepatuhan masyarakat, kondisi sosial budaya akan ketidakjelasan konsep benar dan salah, serta tidak adanya figur yang dijadikan panutan.

"Namun yang paling penting adalah kualitas individu yang bersangkutan, seperti knowledge, skill, attitude atau sikap mental. Dalam hal ini tentu yang saya sebutkan seringkali menjadi penyebab individu-individu melakukan palanggaran," kata Meity saat dihubungi MNC Portal, Minggu 16 Mei 2021.

Baca juga: Video Emak-Emak Memaki Kurir saat COD Jadi Viral 

Namun, sambung dia, melihat beberapa video tentang perilaku pengendara yang marah-marah hingga mengeluarkan kata-kata kasar tersebut lebih disebabkan mental pelaku. Sikap tersebut juga pasti dapat berdampak kepada anak-anak yang menyaksikan video tersebut.

"Bisa dibayangkan anak-anak yang menyaksikan video tersebut atau melihat orangtuanya melakukan perilaku tersebut ke petugas. Itu akan menjadi contoh buruk dan anak tersebut akan menganggap cara itu kelak dapat dilakukan ke petugas jika mereka mengalami hal yang sama di jalan raya," ujarnya.

Di sisi lain, pelaku juga dapat mendapatkan efek sanksi sosial karena perbuatannya lewat video yang viral.

"Pelaku yang akhirnya menjadi viral selain menjadi contoh perilaku buruk. Pelaku tentu akan malu dan menyesal, dan mungkin bagi yang tidak menyadari kesalahannya malah akan makin kesal atau marah. Namun, saya percaya pelaku-pelaku yang melakukan hal tersebut tentu saat melakukan bisa jadi tidak sadar apa yang dilakukannya akan berdampak buruk dan mempermalukan dirinya sendiri," jelasnya.

Baca juga: Viral Puncak Enggak Bisa Gerak, Polisi : Itu Video Lama! 

Tetapi, kata dia, alangkah lebih baik apabila para pelanggar tersebut dapat diproses hukum. Ini bisa menjadi contoh pengendara atau orang lain agar tidak bertindak serupa.

"Bila ingin memberi efek jera agar tidak diikuti oleh pengendara lainnya ya bisa diproses karena dianggap melawan petugas dan mengeluarkan kata-kata kasar ke petugas di depan umum. Dengan begitu, pengendara lain dapat belajar dari kasus tersebut agar belajar mengontrol diri saat di jalan raya dan bijak dalam berkendara," tegasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini