Kasus Covid-19 Meningkat, Warga Taiwan Lockdown Sendiri Tanpa Perintah Pemerintah

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Selasa 18 Mei 2021 10:41 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 18 481 2411553 kasus-covid-19-meningkat-warga-taiwan-lockdown-sendiri-tanpa-perintah-pemerintah-kwyEiIslIt.jpg Warga Taiwan lockdown sendiri karena kasus Covid-19 meningkat (Foto : Instagram/@tsai_ingwen)

Kasus Covid-19 di Taiwan meningkat drastis. Dilaporkan terdapat 335 kasus Covid-19 baru per harinya pada Senin (17/5). Bahkan, catatan tersebut dinyatakan sebagai rekor baru sepanjang pandemi berlangsung.

Otoritas Kesehatan Taiwan mengatakan, dari jumlah tersebut sebanyak 333 kasus Covid-19 adalah transmisi lokal. Ya, hanya ada dua kasus yang teridentifikasi sebagai kasus import, lapor Apple Daily di Taiwan.

Taiwan Lockdown

Secara total, kasus Covid-19 di Taiwan adalah 2.017 kasus dengan penambahan 700 kasus pada minggu lalu. Jumlah kasus meningkat selama akhir pekan, dimulai sejak Jumat ditemukan 29 kasus, Sabtu (180), dan Minggu (206) menurut laporan UPI.

Soal vaksinasi, Taiwan dinilai lambat. Beda sekali dengan upaya mereka menekan angka kasus Covid-19 yang dinilai salah satu terbaik di seluruh dunia.

Baca Juga : Seksinya Anya Geraldine Pakai Bikini, Netizen: Awas Aldi Taher Lihat Bahaya Nih

Baca Juga : 5 Potret Cantik Aaliyah Masaid yang Pacaran dengan Sultan Pemilik Pulau Pribadi

Per Senin (17/5), vaksinasi baru dilakukan di Taiwan pada 194.678 orang, menurut laporan South China Morning Post. Vaksinasi di negara ini masih terfokus pada lansia dan tenaga kesehatan.

"Taiwan sangat berhasil mengendalikan wabah, sehingga banyak orang yang merasa tak butuh vaksinasi," kata Lee Bing-ying, dokter anak di Pediatric Infectious Diseases Society of Taiwan.

Taiwan Lockdown

Sementara itu, Taipei kini digambarkan sebagai 'kota hantu' karena penduduknya memilih untuk me-lockdown sendiri wilayahnya karena alasan keamanan dan menekan penyebaran virus.

Foto-foto Taipei menunjukkan lingkungan yang biasanya ramai mendadak kosong, wilayah itu antara lain Distrik Xinyi, Ximending, Tamsui Old Stree, dan dermaga Da Daocheng. Kereta bawah tanah juga relatif kosong.

Lebih lanjut, pemilik akun Twitter @qronoz menceritakan bahwa beberapa teman diasporanya yang menetap di Taipei memang memutuskan untuk di rumah saja selama penyebaran virus meningkat belakangan ini.

"Diceritain sama teman diaspora Indonesia di Taipei bahwa di sana karena ada kenaikan kasus Covid-19, kantor-kantor pada ambil kebijakan WFH, sekolah online lagi, lokasi publik pada sepi padahal dari pemerintahnya baru level imbauan dan belum sampai keputusan lockdown," kata @qronoz.

Diungkapkan juga bahwa ada peta yang dibagikan ke publik tentang histori pergerakan orang yang positif Covid-19 agar dihindari 2 minggu ke depan. Pemerintah Taiwan pun tegas dalam urusan aturan hukum.

Ya, dikatakan di sana bahwa mereka yang tak pakai masker akan disanksi. Ketularan tapi tidak melaporkan pun ada sanksinya yang kalau dirupiahin sekitar Rp1,5 miliar. "Menarinya (menurut teman saya) di sana orang-orangnya agak konservatif seputar vaksin," kata si netizen.

Taiwan Lockdown

"Jadi, di Taiwan bisa menekan penularan Covid-19, ya, karena disiplin. Program vaksin gratisnya pun masih terbatas di lansia dan tenaga kesehatan. Kalau orang biasa mau divaksin, mesti bayar sekitar Rp300 ribuan. Ya, beda negara beda strategi (dan tingkat kedisiplinannya) yes," tambahnya.

Di akun Instagram Presiden Taiwan, @tsai_ingwen, pun kita bisa lihat bersama bagaimana kondisi Taiwan saat ini. Benar-benar kosong, meski masih terlihat satu atau dua orang di jalan, tapi masih bisa dihitung jari.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini