Kurang Suplai, WHO Desak Produsen Lain Lebih Cepat Donasikan Vaksin

Pradita Ananda, Jurnalis · Selasa 18 Mei 2021 13:31 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 18 481 2411666 kurang-suplai-who-desak-produsen-lain-lebih-cepat-donasikan-vaksin-W5lc1qMfa6.jpg Vaksin Covid-19 (Foto: First National Health Authority)

Kuantitas pasokan vaksin Covid-19 yang akan didistribusikan ke negara-negara miskin dan berkembang di dunia, masih jadi permasalahan utama dari program fasilitas vaksin gratis COVAX.

Program COVAX selama ini diketahui berjalan dengan begitu mengandalkan suplai vaksin dari Serum Institute India, yang selama ini memberikan vaksin AstraZeneca.

 Vaksin Covid-19

Namun belakangan ini kuantitas suplai menjadi terhambat, sehubungan dengan ledakan gelombang kedua kasus positif di India. Menjadikan pasokan vaksin AstraZeneca yang ada diprioritaskan untuk digunakan di India terlebih dahulu.

Terkait masalah kekurangan stok vaksin Covid-19 ini, Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus mendesak para produsen vaksin Covid-19 lainnya untuk segera menyuplai vaksin melalui COVAX lebih cepat daripada jadwal yang direncanakan.

“Kami menghargai upaya AstraZeneca yang terus meningkatkan kecepatan dan volume pengiriman mereka. Kami membutuhkan suplai dari manufaktur lainnya, kami membutuhkan dosis vaksin Covid-19 tersebut sekarang dan meminta para produsen untuk meneruskan proses pengiriman secepat mungkin," kata Tedros Adhanom melalui pertemuan virtual, dikutip Reuters, Selasa (18/5/2021).

Lebih spesifik lagi, Tedros dengan gamblang menyebutkan ia telah meminta Pfizer untuk segera memproses pengiriman sekitar 40 juta dosis vaksin di paruh kedua tahun 2021 ini. Begitu juga dengan Moderna, untuk segera memproduksi target dosis yang awalnya dijanjikan untuk tahun 2022 tapi dipercepat jadi bisa tersedia tahun ini.

Senada dengan WHO, Kepala UNICEF diketahui Senin 17 Mei kemarin telah meminta negara-negara kaya yang tergabung dalam G7, untuk menyumbangkan pasokan vaksin Covid-19 sebagai tindakan darurat untuk menutupi kekurangan pasokan yang diperkirakan mencapai 140 juta dosis pada akhir Mei ini.

Sejauh ini, sebagai anggota G7, Prancis telah menyumbangkan vaksin AstraZeneca kepada COVAX, sementara sumbangan vaksin dari Amerika Serikat masih dibicarakan.

Dari keterangan Penasihat Senior WHO Bruce Aylward menyebutkan, sejauh ini COVAX sudah memberikan sebanyak 65 juta dosis vaksin ke 120 negara di dunia.

Meski demikian, Bruce menegaskan, negara-negara kaya di dunia tetap perlu menyumbangkan lebih banyak lagi pasokan vaksin, mengingat saat ini negara-negara kaya tersebut sudah memvaksinasi populasi kelompok masyarakat paling rentannya masing-masing.

(DRM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini