Vaksin AstraZeneca Dipastikan Aman, Sudah Dipakai 1 Miliar Dosis

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Selasa 18 Mei 2021 14:23 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 18 481 2411701 vaksin-astrazeneca-dipastikan-aman-sudah-dipakai-1-miliar-dosis-9Jye2I7NzR.jpg Vaksin AstraZeneca. (Foto: Reuters)

VAKSIN AstraZeneca memicu kontroversi setelah Pemerintah Indonesia memutuskan menghentikan sementara distribusi batch CTMAV547 untuk dilakukan uji toksisitas dan sterilitas pada jenis vaksin tersebut. Ini sebagai bentuk kehati-hatian pemerintah dalam menyediakan produk vaksin covid-19 yang aman.

Di sisi lain, pakar imunisasi dr Elizabeth Jane Soepardi MPH DSc menegaskan bahwa Vaksin AstraZeneca aman sehingga masyarakat tidak perlu takut dan ragu untuk divaksinasi.

Baca juga: Pemuda Meninggal Usai Dapat Vaksin AstraZeneca, Ini Gejala yang Dialami Sebelumnya 

"Lebih dari 1 miliar dosis Vaksin AstraZeneca disuntikkan ke masyarakat dunia. Badan Kesehatan Dunia (WHO) pun sudah menyatakan bahwa vaksin ini aman," ungkap dr Jane dalam laman Sehat Negeriku Kemenkes, Selasa (18/5/2021).

Vaksin AstraZeneca sendiri merupakan salah satu dari vaksin covid-19 yang digunakan dalam program vaksinasi nasional pemerintah. Vaksin AstraZeneca telah memperoleh Emergency Use Listing (EUL) dari WHO dan izin penggunaan darurat (EUA) dari otoritas kesehatan di 70 negara di dunia, termasuk Indonesia.

WHO sendiri menyatakan Vaksin AstraZeneca aman dan efektif untuk melindungi orang dari risiko covid-19 yang sangat serius, termasuk kematian, rawat inap, serta penyakit parah.

Negara di Eropa seperti Inggris dan Italia melaporkan terjadinya penurunan angka kematian yang sangat signifikan usai digencarkannya vaksinasi covid-19, termasuk penggunaan Vaksin AstraZeneca.

Baca juga: Sudah Disuntik Vaksin AstraZeneca Batch CMTAV547, Apakah Dosis Kedua Boleh dari Merek Lain? 

Di Italia sendiri, National Institute of Health (ISS) menyatakan pada 35 hari setelah dosis pertama, terdapat penurunan infeksi sebesar 80 persen, penurunan rawat inap 90 persen, dan penurunan kematian 95 persen.

Hasil penelitian di Inggris menunjukkan bahwa 21 hari pasca-penyuntikan dosis tunggal Vaksin AstraZeneca atau Pfizer-BioNTech, terjadi penurunan angka infeksi covid-19 sampai 65 persen. Ini termasuk penurunan infeksi dengan gejala sampai 74 persen dan penurunan infeksi tanpa gejala yang dilaporkan hingga 57 persen.

Efek samping yang jarang terjadi setelah vaksinasi seperti kebas dan pegal pada daerah penyuntikan, hingga demam tinggi sebaiknya dibandingkan dengan risiko kematian yang akan terjadi akibat penyakit covid-19 serta potensi yang akan dihasilkan vaksin untuk mencegah infeksi dan mengurangi kematian akibat penyakit.

Dalam konteks ini perlu dicatat bahwa hingga kini setidaknya 3,36 juta orang meninggal dunia karena covid-19 di seluruh dunia.

Baca juga: Vaksin AstraZeneca Dihentikan Sementara, Kemenkes: Ini Bentuk Kehati-hatian 

"Penggunaan Vaksin AstraZeneca tetap terus berjalan dikarenakan vaksinasi covid-19 membawa manfaat lebih besar," jelas dr Siti Nadia Tarmidzi, juru bicara vaksinasi covid-19 Kementerian Kesehatan.

"Jadi, tidak ada alasan masyarakat untuk ragu-ragu mengikuti program vaksinasi," tegasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini